 NAMA NAMA JUARA KRIDA SISWA PSHT RANTING SUKOREJO III
KELAS A PRA REMAJA PUTRA JUARA I : KRISNA MEI dari MTsN sumberjo JUARA II : LUKMAN H dari Rayon Badut JUARA III : IMBAR MANYU dari Rayon Badut JUARA III : IMAM M dari Madin Ar Rohmah pakunden KELAS B PRA REMAJA PUTRA JUARA I : BRIAN dari MTsN 1 Blitar JUARA II : RICARDO dari STKIP JUARA III :YANSEN B O P dari MTsN Sumberjo JUARA III : FAJAR dari Madin Ar Rohmah pakunden KELAS C PRA REMAJA PUTRA JUARA I : M ROSICAN R dari MTsN Kep Kidul JUARA II : SALAM NUR dari Madin Ar Rohmah pakunden JUARA III : IMAM N dari Rayon Badut JUARA III : ANDRI FEBRI dari SMPN 3 Srengat KELAS B PRA REMAJA PUTRI JUARA I : RIZKY PUJI dari SMAN 2 Blitar JUARA II :KRISNA N dari Madin Ar Rohmah pakunden JUARA III : ENDAH P dari Rayon Badut KELAS A REMAJA PUTRI JUARA I : RETNO DWI dari SMAN 2 Blitar JUARA II : FIQIH FERDIYANTI dari MAN KOTA JUARA III : FATIMAH dari SMAN 4 Blitar JUARA III : VIVI NUR dari Rayon Badut KELAS B REMAJA PUTRI JUARA I : MELIANA dari MTsN Kep Kidul JUARA II : NITA YULIANA dari MTsN Sumberjo JUARA III : HANIM dari SMAN 4 Blitar JUARA III : ALFI NURIL dari SMPN 3 Srengat KELAS C REMAJA PUTRI JUARA I : PUTRI WIJAYANTI dari SMAN 4 Blitar JUARA II : ELY YUSWANTIKA dari MTsN Sumberjo JUARA III : BRILIAN TITISARI dari MAN Kota Blitar JUARA III : LULU’ ATUN dari MAN Kota Blitar KELAS D REMAJA PUTRI JUARA I : AMBAR dari SMAN 4 Blitar JUARA II : NOVITA AYU dari MAN Kota Blitar JUARA III : AJENG RAHAYU dari MTsN Sumberjo JUARA III : DWI MAHARANI dari SMKN 2 Kota Blitar KELAS E REMAJA PUTRI JUARA I : ANITA DWI dari MTsN Sumberjo JUARA II : LUTFIA N dari MTsN 1 Blitar JUARA III : BERLIANA dari MTsN 1 Blitar JUARA III : RIA ALISTA dari MTsN Sumberjo KELAS F REMAJA PUTRI JUARA I : DONA ARMANDA dari MTsN Sumberjo JUARA II : REFI dari SMAN 2 Kota Blitar JUARA III : SRI WULANSARI dari SMKN 2 Kota Blitar JUARA III : KAFITA NURLAILY dari SMKN 2 Kota Blitar
KELAS A REMAJA PUTRA JUARA I : M AZIS dari MAN Kota Blitar JUARA II : FERNANDO dari Rayon Badut JUARA III : M IKROM BADRONI dari MTsN Sumberjo JUARA III : M JAMIL dari MTsN Sumberjo
KELAS B REMAJA PUTRA JUARA I : IBNU ROSYID dari MTsN Kep Kidul JUARA II : M CHOIRUL dari MAN Kota Blitar JUARA III : JEFRI dari SMAN 4 Blitar JUARA III : OZY S dari MAN Kota Blitar KELAS C REMAJA PUTRA JUARA I : FALA M SODIK dari SMAN 2 Kota Blitar JUARA II : M ANDRI dari MTsN 1 Blitar JUARA III : ABDI KURNIA GUSTI dari SMAN 2 Kota Blitar JUARA III : YULI KRISWANTO dari SMAN 4 Blitar KELAS D REMAJA PUTRA JUARA I : M ILHAM A dari MTsN Sumberjo JUARA II : WAHYU K dari SMAN 3 Kota Blitar JUARA III : GALIH dari SMK ISLAM 1 Blitar JUARA III : NUR HUDA dari SMPN 3 Srengat Blitar KELAS E REMAJA PUTRA JUARA I : SUKRON HAFIDZIN dari MTsN 1 Blitar JUARA II : M NURUL A dari SMAN 2 Kota Blitar JUARA III : DIKI K dari MTsN Sumberjo JUARA III : ANWAR MAULANA dari SMPN 3 Srengat Blitar KELAS F REMAJA PUTRA JUARA I : RIYAN dari Madin Ar Rohmah pakunden JUARA II : RIZKY J dari SMAN 3 Kota Blitar JUARA III : DWI RAHAYU dari SMAN 4 Kota Blitar JUARA III : M BAHRUL ULUM dari MTsN Sumberjo KELAS G REMAJA PUTRA JUARA I : M KHOIRIL dari Madin Ar Rohmah pakunden JUARA II : NUR HUDA dari SMAN 4 Kota Blitar JUARA III : M HISYAM dari SMAN 2 Kota Blitar JUARA III : RIMBA KRISTI dari SMPN 3 Srengat Blitar

 PANITIA PELAKSANA KEJUARAAN PENCAK SILAT KRIDA SISWA III ANTAR UNIT LATIHAN DI KOTA BLITAR Sekretariat : Unit Ekstra pencak silat PSHT MAN Kota Blitar
PROPOSAL KEGIATAN KEJUARAAN PENCAK SILAT KRIDA SISWA III ANTAR UNIT LATIHAN DI KOTA BLITAR
A. KETENTUAN UMUM 1. PENDAHULUAN Tak semua kita yang mencintai silat mau menembus kesulitan melanjutkan generasi silat kepada anak-anak kita. Padahal kalau kita tak menurunkan kegemaran silat maka silat dapat dipastikan akan punah digempur nilai budaya asing melalui multi jalur. Industri kreatif kita sama sekali tak pernah menghadirkan silat dalam menu permainan anak-anak, cerita bergambar atau apapun. Menyadari akan pentingnya proses pewarisan nilai-nilai perjuangan bangsa, Pencak silat yang merupakan warisan pusaka leluhur bangsa Indonesia dan bagian dari budaya nasional yang berfalsafah Budi pekerti luhur, dan memiliki aspek mental spiritual , seni budaya, beladiri, dan olahraga, ikut berperan aktif dalam menangkal pergeseran nilai-nilai budaya masyarakat yang berpengaruh pada integritas bangsa akibat era global. Berangkat dari pemikiran tersebut sebagai upaya melestarikan dan meningkatkan pewarisan budaya dan prestasi pencak silat khususnya , kami selaku pengurus PENCAK SILAT PSHT Ranting Sukorejo Cabang Blitar bermaksud menyelenggarakan kegiatan Kejuaraan Pencak silat antar Pelajar se Kota Blitar. Dengan harapan semoga kegiatan ini nantinya dapat memberikan rangsangan motivasi bagi atlit pencak silat agar mau berprestasi yang lebih tinggi lagi serta sebagai sarana pencarian bibit-bibit pesilat potensial di kalangan remaja yang nantinya bisa mewakili daerahnya pada kejuaraan se tingkat Provinsi.
2. LANDASAN KEGIATAN a. Anggaran dasar dan Anggaran rumah tangga PSHT b. Program Kerja PSHT Ranting Sukrejo Cabang Blitar c. Program Kerja PSHT Ranting Sukorejo Cabang Blitar seksi pengembangan bakat dan prestasi
3. MAKSUD DAN TUJUAN KEGIATAN a. Mempererat tali silaturakhim dan rasa persaudaraan di kalangan siswa b. Melestarikan dan mengembangkan seni budaya asli Indonesia c. Mengaktualisasikan tujuan pembinaan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa yang bermoral d. Meningkatkan citra dan kwalitas pembinaan olah raga pencak silat di kalangan masyarakat luas e. Mencari bibit atlit yang berkualitas yang menjunjung tinggi sportifitas olahraga dan nilai-nilai luhur pencak silat
4. BENTUK KEGIATAN a. Nama Kegiatan : Kegiatan ini diberi nama ”Kejuaraan Pencak silat KRIDA SISWA Ranting Sukorejo III ”Antar siswa Unit latihan di kota Blitar
b. Tema : ” SAATNYA KEMBALIKAN KARAKTER DAN JATIDIRI BANGSA MELALUI PENCAK SILAT ” c. Penyelenggara : Panitia yang di bentuk berdasarkan musyawarah PSHT Ranting Sukorejo d. Waktu : Hari kamis sd minggu Tanggal 01- 04 Maret 2012 e. Tempat : AULA MAN KOTA Blitar f. Peserta : Siswa / Pelajar yang mengikuti latihan pencak silat di Unit latihan wilayah kota Blitar
5. KATEGORI DAN KELAS YANG DIPERTANDINGKAN a. Tanding untuk pra Remaja ( kondisional ) NO KELAS BERAT BADAN KATEGORI 1 A < 31 PUTRA / PUTRI 2 B 31 – 35 PUTRA / PUTRI 3 C 35 - 39 PUTRA / PUTRI
b. Tanding untuk Remaja NO KELAS BERAT BADAN KATEGORI 1 A 39 – 42 PUTRA / PUTRI 2 B 42 – 45 PUTRA / PUTRI 3 C 45 – 48 PUTRA / PUTRI 4 D 48 – 51 PUTRA / PUTRI 5 E 51 – 54 PUTRA / PUTRI 6 F 54 -- 57 PUTRA / PUTRI 7 G 57 > PUTRA
6. PERATURAN DAN SISTEM PERTANDINGAN 1. Pertandingan menggunakan sistem gugur tunggal 2. Peraturan yang digunakan adalah Hasil Munas IPSI Ke XII – Tahun 2007 3..Apabila pada kelas yang dipertandingkan hanya terdapat 2 pesilat, maka pada kelas tersebut tidak dipertandingkan 7. HASIL KEJUARAAN • PIAGAM DAN TROPY YANG DIPEREBUTKAN a. Pesilat Terbaik Putra dan putri memperoleh tropy dan piagam b. Juara I ,II, III Putra dan putri memperoleh tropy ,piagam • JUARA UMUM a. Juara Umum I mendapatkan Tropy bergilir dari Sponsor b. Juara umum I ,II mendapatkan Tropy KRIDA SISWA III c. Penentuan juara umum di tentukan dari perolehan medali terbanyak dengan urutan tertinggi emas – perak- perunggu . apabila jumlahnya masih sama akan ditentukan dari jumlah paling sedikit peserta yang di daftarkan kedua kontingen tersebut d. Setiap kelas yang di pertandingkan minimal di ikuti oleh 3 peserta, e. Tiap Sekolah/Unit Latihan minimal harus mengirimkan minimal 4 pesilat untuk memperebutkan juara umum, apabila kurang dari ketentuan tersebut tidak di perhitungkan dalam penentuan Juara Umum
B. KETENTUAN KHUSUS 1. PESERTA • Bertanding atas nama Unit latihan dan merupakan anggota perguruan silat dalam PSHT • Menyerahkan fotocopy ijazah terakhir/AKTE (aslinya di tunjukkan pada saat pendaftaran) • Menyerahkan Surat Rekomendasi (FORM D) dan surat ijin orang tua (FORM E) • Menyerahkan surat keterangan sehat dari dokter • Menyerahkan pas photo ukuran 3x4 = 2 Lembar (berwarna) • Setiap sekolah hanya diperkenankan mengikut sertakan 2 pesilat di setiap kelasnya 2. KONTINGEN Anggota kontingen terdiri dari • Manager tim satu orang • Pelatih / Official tim sebanyak-banyaknya dua orang • Pesilat sesuai dengan kelas yang di ikuti • Akomodasi, konsumsi dan transportasi di tanggung oleh masing-masing kontingen • Panitia hanya menyediakan sarana Bertanding
3. PENDAFTARAN • Konfirmasi ke ikutsertaan harus sudah diterima oleh panitia dengan menyerahkan formulir konfirmasi yang telah di sediakan oleh panitia selambat-lambatnya tgl 26 Februari 2012 kepada : - DIDIK PRASETYA Hp. 085649935313 - LAILY NAIMATUS Hp. 085736761139 - FARID KURNIAWAN Hp. 085855907224 - IRWAN S HP. 085646515827 • Kuota peserta terbatas, Pendaftaran akan ditutup setelah terdaftar 200 peserta • Pendaftaran dibuka sjak proposal ini diterima • Kelengkapan administrasi harus sudah diterima Panitia selambat lambatnya pada tanggal 27 Februari 2012, pukul 14.00 WIB. Sebelum technikal meeting Pukul 14.30 WIB • Setiap peserta di kenai biaya pendaftaran sebesar Rp. 20.000 (Tiga puluh ribu rupiah) C. KETENTUAN TEKNIS • Pertemuan tehnik (Tehnikal meeting) dilaksanakan tanggal 27 Februari 2012 pukul 14.30 WIB . dilanjutkan Undian Peserta (looting) • Penimbangan berat badan ke I (pertama ) di tiadakan , penimbangan berat badan ke II (kedua) dilaksanakan + 15 menit sebelum pertandingan dilaksanakan dan tidak ada toleransi Kelebihan atau kekurangan berat badan • Pakaian bertanding pesilat adalah seragam pencak silat berlengan panjang tidak bernodel kaos, (standart IPSI) tidak memakai sabuk • Pendamping (Official) harus merupakan Pelatih dari pesilat dan salah satu harus mempunyai ID CARD Pelatih dari panitia, serta memakai sabuk berwarna merah • Bagi pesilat yang bertanding harus memakai CUP PROTECTOR/pelindung kemaluan (pembalut untuk pesilat putri) yang di sediakan sendiri oleh masing-masing Peserta/ Kontingen. • Panitia hanya menyediakan” BODY PROTECTOR” • Panitia menyediakan team medis pertandingan untuk pertolongan pertama , untuk perawatan selanjutnya ditanggung oleh kontingen • Demi keselamatan pesilat, pada saat bertanding pesilah boleh memakai pelindung tulang kering dengan berbahan tidak keras (spons) didalamnya (Standart IPSI) • Segala ketentuan yang belum tercakup dalam peraturan ini akan ditentukan dan di informasikan kemudian atau pada waktu Teknikal meeting
D. TATA TERTIB DAN SANKSI 1. Tata tertib yang harus dipatuhi dan berlaku bagi semua pesilat , Official, serta Supporter selama berlangsungnya pertandingan adalah : • Dilarang membawa segala benda tajam ke dalam arena pertandingan dan dilarang membuat kegaduhan/ keributan yang dapat mengganggu jalanya pertandingan • Dilarang bertindak kasar, baik dengan kata kata maupun dengan perbuatan terhadap seluruh aparat pertandingan 2. Pelanggaran untuk peraturan umum dan khusus serta larangan larangan tersebut dalam point 1 di atas akan dikenakan sanksi berupa : • UNTUK PESILAT a. Peringatan keras b. Dinyatakan kalah c. Di diskwalifikasi untuk seluruh pertandingan • UNTUK OFFICIAL a. Peringatan keras b. Tidak diakui Haknya sebagai Official c. Di skors • UNTUK SUPPORTER/PENONTON a. Di skors b. Di keluarkan dari arena pertandingan
E. PENGAJUAN KEBERATAN MASALAH PERTANDINGAN a. Pengajuan masalah pertandingan pada prinsipnya sesuai dengan yang tertuang pada pasal 12 Peraturan Pertandingan Pencak Silat Hasil Keputusan MUNAS IPSI XII Tahun 2007 b. Pengajuan keberatan masalah pertandingan hanya dapat diterima bila disampaikan atas dasar dan cara yang sesuai dengan nilai budi luhur dan etika pencak silat c. Rasa tidak puas terhadap hasil pertandingan dapat di ajukan dengan mengambil formulir pengaduan masalah pertandingan yang tersedia di sekretaris pertandingan, selambat-lambatnya 10 (sepuluh) menit setelah keputusan pemenang , dengan dikenakan biaya sebesar Rp. 400.000. dipergunakan untuk kepentingan Aparat Pertandingan
F . LAIN LAIN a. Hal- hal yang belum di atur , akan di atur dan ditentukan kemudian b. Ketentuan-ketentuan tambahan yang telah diputuskandalam technikal meeting adalah merupakan ketentuan yang mengikat bagi seluruh peserta Kejuaraan Pencak silat KRIDA SISWA III antar siswa Unit Latihan di Kota Blitar. c. Setiap Anggota Kontingen yang tersebut dalam Surat Mandat akan mendapatkan KARTU TANDA PESERTA/OFFICIAL / MANAGER
G. JADWAL KEGIATAN / PERTANDINGAN NO HARI/TANGGAL WAKTU ACARA TEMPAT 1 Minggu 26 Februari 2012 08.00 Konfirmasi peserta dan pendaftaran Sekretariat PSHT SMAN 3 BLITAR 2 Senin 27 februari 2012 14.30 s/d Selesai Pendaftaran terakhir , TM , undian Peserta MAN Kota BLITAR 3 Rabu 29 Februari 2012 14.30 s/d selesai Refresing , pemantapan wasit juri AULA MAN KOTA BLITAR 4 Kamis 1 maret 2012 14.30 s/d - selesai Pembukaan , pertandingan penyisishan AULA MAN KOTA BLITAR 5 Jum’at - sabtu 2-3 Februari 2012 14.30 s/d - selesai Pertandingan penyisihan AULA MAN KOTA BLITAR 6 Minggu 04 Februari 2012 07.30.00 s/d selesai Semi Final AULA MAN KOTA BLITAR 7 Minggu 04 Februari 2012 13.30 s/d Selesai Final Penutupan AULA MAN KOTA BLITAR
Keterangan : • Jadwal dapat berubah sewaktu-waktu dengan pemberitahuan terlebih dahulu • Jadwal ini termasuk undangan bagi yang bersangkutan dan mohon di tepati
H. SPONSORSHIP Dalam pelaksanaan event KRIDA SISWA III ini , panitia memberi kesempatan kepada instansi atau Perusahaan untuk menjadi sponsor dalam kegiatan ini dengan kategori sebagai berikut :
1. SPONSOR TUNGGAL • Yang dimaksud sponsor tunggal adalah mereka yang memberikan fee panitia sebesar 75% yang di anggarkan . Untuk hal tersebut sponsor tunggal akan mendapatkan kontra prestasi dari panitia berupa a. Nama dan logo perusahaan atau instansi di cantumkan dalam kesatuan acara b. Media promosi tunggal berupa: - SPANDUK - KAOS PANITIA - STIKER - UMBUL UMBUL - BACK DROP c. Apabila media sponsor menginginkan bentuk-bentuk publikasi atau kompensasi lainya , hal tersebut dapat di bicarakan dengan panitia. 2. SPONSOR UTAMA Yang dimaksud dengan sponsor utama adalah mereka yang memberi fee kepada panitia sebesar 50% yang di anggarkan. Untuk hal tersebut , sponsor utama akan mendapatkan kontra prestasi dari panitia berupa : a. Nama dan logo perusahaan atau instansi di cantumkan dalam kesatuan acara b. Media promosi berupa: - SPANDUK - KAOS PANITIA - STIKER c. Apabila media sponsor menginginkan bentuk-bentuk publikasi atau kompensasi lainya , hal tersebut dapat di bicarakan dengan panitia.
3. SPOMSOR PENDAMPING Sponsor pendamping adalah Sponsor dengan kompensasi ketentuan dari panitia. Sponsor pendamping yang di terima panitia : • Mereka yang memberikan fee produk • Mereka yang melakukan barter dengan panitia ( barter yang di terima berupa penyiaran Radio dan publikasi media massa) • Mereka yang memberikan uang panitia.

 Tes calon warga merupakan syarat wajib yg harus dilalui bagi sisawa SH Terate tingkat putih (tingkatan sabut , polos/hitam, jambon/pink, hijau dan putih kecil ) untuk menjadi Pelatih / pendekar tingkat I (warga I/este trap I) sebelum diwisuda para Calon warga (sebutan siswa SH Terate tingkat putih akhir) harus mengikuti serangkaian tahap2 seleksi, seperti tes Fisik, tes MATERI (gerakan pencak silat )tes pengetahuan organisasi hingga tes mental kerohanian yang meliputi ( Tentang ajaran SH Terate (ke SH an), ke dewasaan, keberanian, hingga tes kerohanian)serta harus bisa melengkapi tes adaministrasi (UMUR Min 15+ tahun,photo, piagam kelulusan ujian kenaikan tingkat (polos , jambon , hijau n putih )serta pembayaran), . setiap siswa harus lulus materi tiap2 item tes sebgai syarat rekomendasi mereka untuk kemudian di Sahkan (istilah untuk WISUDA dlam SH Terate) menjadi pendekar tingkat I. bila di salah satu tahap tes mereka ada yang tidak lulus maka akan di pending pada pengesahan tahun berikutnya yaitu pada bulan Assyuro (karena pengesahan SH Terate selama ini hanya dilakukan pada bulan tersebut). serangkaian kegiatan tes yang panjang dan berat tersebut sebetulnya membuktikan bahwasanya SH Terate tidaklah semata mata asal2an dalam merekut anggota tidap seperti halnya di perguruan lain ( 4 bulan bisa menjadi warga, sekedar membayar admistrasi tanpa ada latihan gerak n kerokhanian dll) , hal tersebut seharusnya dapat membuktikan kepada masyarakat bahwa selain Kwantitas yg besar SH Terate juga mengadakan seleksi penerimaan anggota baru dalam menjaga Kwalitas baik fisik maupun mental pesilatnya. kadang2 selama ini masyarakat hanya memandang sebelah mata, mereka hanya melihat kejelekan / aib yang ada dilapangan seperti halnya tawuran antar perguruan yg ada di bojonegoro hari minggu tanggal 13 november 2011, bila masyarakat / media bisa mendalami akar permasalahan yang terjadi sebetulnya tindakan SH Terate tidaklah begitu salah, karena ulah tersebut kadang2 di picu karena adanya kecemburuan oleh perguruan lain terhadap SH Terate, mereka akhirnya berusaha berbuat caos/kasus yang melibatkan SH Terate, karena dalam ajaran SH terate pun tidaklah dibenarkan menyerang lawan terlebih dahulu apalagi lawan dalam keadaan tak berdaya. adanya oktum penyulut konflik yang disinyalir menimbulkan tawuran tersebut , karena dalam ajaran SH Terate pun telah di ajarkan bahwasanya dalam hal prinsip "musuh jangan dicari kalau musuh tidak lari sekali dihadapi sampai titik pati". semoga hal ini dapat menjadikan pelajaran bagi SH Terate khususnya dan masyarakat pada umumnya. imam s 
 PEDOMAN FISIK ATLIT SILAT 
 SH TERATE jawa timur akhirnya berhasil membuktikan kwalitasnya sebagai Perguruan pencak silat yang tak pernah berhenti belajar dan berusaha menjadi yang terbaik. setelah tahun tahun sebelumnya PSHT hanya mampu menjadi runner Up = juara umum 2, satu tingkat di bawah atlit KONI surabaya sebagai JUARA UMUM 1 nya. maka pada tahun ini 2011 pada event yang sama KEJUARAAN PENCAK SILAT ANTAR PERGURUAN SILAT SE JAWA TIMUR PIALA WALIKOTA SURABAYA.... akhirnya berkat usaha dan do'a SH Terate mampu menjadi JUARA UMUM 1 dengan memperoleh 6 emas 4 perak dan 4 perunggu. sedangkan JUARA UMUM 2 berganti disandang oleh kontingen IPSI surabaya (KONI) dengan 6 EMAS 4 PERAK DAN 2 PERUNGU dan juara umum 3 di peroleh oleh Pencak Organisasi JATIM. untuk altitnya dari PSHT blitar sendiri yang di panggil untuk mewakili PSHT JAWA TIMUR pada event ini adalah M THOPIK yang turun di kelas A Putra dan WAELMY yang turun di kelas B putri. Alkhamdulillah walaupun masih berpredikat siswa M Thopik yang turun di kelas A Putra berhasil mendapatka perak setelah mengalahkan pesilat IPSI surabaya di partai semi final (5-0) dan kalah di partai final dengan pesilat perisai putih dengan SKOR 3-2, pertandingan ini di ikuti oleh 26 perguruan pencak silat di jawa timur. atlit SH Terate yang mendapat emas adalah pada kelas B PA , E PA, D pa , E PUTRI, tunggal putra , tunggal putri. 
 KEMBALI LAGI PSHT Cabang Blitar menorehkan prestasinya di tingkat jawa timur.... pada O2SN JAWA TIMUR 2011 Yang bertempat di asrama haji sukolilo surabaya jawa timur . Atlit PSHT BLITAR dari rayon SMAN 2 Kota Blitar (mewakili kota blitar) yang bernama M FAUZI dan dari SMAN TALUN (mewakili Kabupaten Blitar ) WAELMI ERTIANA berhasil mendapatkan medali . M FAUZI yang turun di kelas B PA berhasil mendapat Perunggu dan WAELMI yang turun di kelas B PUTRI berhasil mendapat kan emas setelah mengalahkan pesilat NUR HARIAS dari jombang di partai final dan pesilat Perisai diri dari Kab Pasuruan di semi final. semoga prestasi ini dapat merangsang atlit2 psht blitar agar mau dan berusaha mencapai prestasi yang lebih tinggi lagi 
 KEMBALI LAGI PSHT Cabang Blitar menorehkan prestasinya di tingkat jawa timur.... pada O2SN JAWA TIMUR 2011 Yang bertempat di asrama haji sukolilo surabaya jawa timur . Atlit PSHT BLITAR dari rayon SMAN 2 Kota Blitar (mewakili kota blitar) yang bernama M FAUZI dan dari SMAN TALUN (mewakili Kabupaten Blitar ) WAELMI ERTIANA berhasil mendapatkan medali . M FAUZI yang turun di kelas B PA berhasil mendapat Perunggu dan WAELMI yang turun di kelas B PUTRI berhasil mendapat kan emas setelah mengalahkan pesilat NUR HARIAS dari jombang di partai final dan pesilat Perisai diri dari Kab Pasuruan di semi final. semoga prestasi ini dapat merangsang atlit2 psht blitar agar mau dan berusaha mencapai prestasi yang lebih tinggi lagi 
 IKATAN PENCAK SILAT INDONESIA PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE CABANG BLITAR Sekretariat : Jl..Masjid No. 22 Kota Blitar PSHT CABANG BLITAR
JUMLAH 25 RANTING DAN 1 KOMISARIAT NAMA NAMA RANTING 1. RANTING SUKOREJO KOTA 2. RANTING KEPANJEN KIDUL KOTA 3. RANTING SANANWETAN KOTA 4. RANTING GARUM 5. RANTING TALUN 6. RANTING GANDUSARI 7. RANTING WLINGI 8. RANTING DOKO 9. RANTING KESAMBEN 10. RANTING SELOPURO 11. RANTING SELOREJO 12. RANTING BINANGUN 13. RANTING WATES 14. RANTING PENGGUNGREJO 15. RANTING BAKUNG 16. RANTING WONOTIRTO 17. RANTING KADEMANGAN 18. RANTING SANANKULON 19. RANTING SRENGAT 20. RANTING WONODADI 21. RANTING UDANAWU 22. RANTING PONGGOK 23. RANTING NGLEGOK 24. RANTING SUTOJAYAN 25. RANTING KANIGORO 26. KOMISARIAT STKIP PGRI BLITAR 1. RANTING SUKOREJO Pengesahan Alamat Ketua : OMAM AZIB S.Ag SBY 1996 Jl Kalibuntet no Tanjungsari kota Blitar Sekretaris : IMAM SAFI’I Jombang 2002 Jl Kaliabab no 27 Tanjungsari Kota Blitar Bendahara : HERI CAHYONO Blitar 2006 Jl. Kali ...... no. Tanjungsari kota Blitar
NAMA NAMA RAYON
A. RAYON TANJUNG SARI a. Rayon Tanjungsari Ketua : SUGENG GATOT Blitar 2002 Jl Kampar no. Tanjungsari Kota Blitar Sekretaris : M AMIR S Blitar 2003 Jl Kaliabab no. Tanjungsari kota Blitar BENDAHARA : JAIDAN Blitar 2000 Jl Kampar Gg Tanjungsari Kota Blitar b. Rayon BTN Tanjungsari Ketua : ALIP PAMUDI c. Rayon Njosenan Ketua : DIDIK
d. Rayon Pengkol Koordinator : DIDIK B. RAYON PAKUNDEN a. Rayon Pakunden (Rayon Masjid Ar Rahman) Ketua : KOMARUDIN Sekretaris : PUTRA Bendahara : BASUKI b. Rayon Patihan Koordinator : LAHURI d. Rayon SMKN 2 Blitar Pembina : LAHURI Ketua : IRWAN SETIAWAN Sekretaris : Bendahara :
C. RAYON SUKOREJO Koordinator :
D. RAYON BLITAR Koordinator : PAULUS DONI
E. RAYON KARANGSARI a. Rayon MTsN 1 Blitar Pembina : MAHFUDZ SIDIQ Ketua : RIF AN HABIBI Sekretaris : RIZQI IMAS Bendahara :
b. Rayon Karangsari Ketua : ALEN AGUNG Sekretaris : NURUL Bendahara : KRISNA BAYU Anggota :
E. RAYON JATI TURI a. Rayon MAN Kota blitar Pembina : REZA ADITYA Ketua : NOVITA TUNJUNG S Sekretaris : Bendahara :
b. Rayon Jati turi Ketua : MUSTOFA Sekretaris : BENI Bendahara : AHMAD IMAM R
F. RAYON TELUMPU Ketua : YUSUF Sekretaris : DEDI T G. RAYON SMAN 3 KOTA BLITAR Pembina : M AMIR S Ketua : DIDIK Sekretaris : M AGIN Bendahara : DEWI BAITUR R
2. RANTING KEPANJEN KIDUL
Ketua : FATKHURROHMAN M.Pd Sekretaris : PRASISWO Bendahara : MAHFUDZ SIDIQ S
NAMA NAMA RAYON
A. RAYON TANGGUNG a. Rayon badut Ketua : ELGA ARIS Sekretaris : NURUS SA’ADAH Bendahara : b. Rayon Tanggung Santren Ketua : FATKHURROHMAN Sekretaris : INTAN R Bendahara : FARID AULIA Anggota : c. Rayon Tanggung Ketua : M MUKHOLIKUL ZUBAIDI Sekretaris : Bendahara : B. RAYON KEP LOR a. Rayon Kep Lor b. Rayon SDN Kep Lor 2 Koordinator : NURUL
C. RAYON SENTOL Ketua : M SOLEH Sekretaris : LIA WULAN Bendahara : D. RAYON NGADIREJO Ketua : ANDRI S Sekretaris : MEI DWI Bendahara : LAILIN ILMAN E. RAYON KAUMAN a. Rayon Dawuhan Ketua : ONI BINTARO Sekretaris : IMAM MUSHOLEH Bendahara : FITRI WULANSARI b. Rayon SMK Islam Pembina : ELGA ARIS Ketua : BUDI S Sekretaris : JATMIKO Bendahara : Koordinator latihan : c. Rayon Kauman Ketua : M NASIR Sekretaris : DIMAS Bendahara : d. Rayon SDN Kauman 3 Koordinator latihan : IRWAN F. RAYON BENDO a. Rayon MTsN Kep Kidul Pembina : MAHFUDZ SIDIQ S Ketua : MARIO D Sekretaris : INTAN R Bendahara : LAILIN ILMAN Koordinator latihan : A ZAMROJI b. Rayon Bendo Pembina : BADRUS SALAM Ketua : M MUGHTAR MUGNI Sekretaris : M CHOIRUT Bendahara : Koordinator latihan : G. RAYON KEP KIDUL a. RAYON TEMPLEK Ketua : ANDIKA Sekretaris : Bendahara : Koordinator latihan : H. RAYON SMAN 2 Blitar Pembina : EKO SULISTYO Ketua : BINTI NURIL FATIMA Sekretaris : KRISNA BAYU Bendahara : ALIP PAMUDI Koord latihan : IMAM SAFI’I Anggota : WILAYAH OTONOM SUKOREJO A. RAYON SUMBEREJO Ketua : ALEK KOMANG Sekretaris : YONDI UTAHTA Bendahara : FARID KURNIAWAN a. RAYON NGADIPURO (kord) : DESANTO TRISNAJATI b. RAYON TUGU (kord) : SOFI SAFI’I SULAIMAN B. RAYON KALIPUCUNG (Kord) : DANANG FERDIANTO C. RAYON TAMBAKBOYO (kord): BADRUS SALAM D. RAYON SUMBER (kord) : THOLIK SAFINATUN N E. SUMBERINGIN ( kord ) : IRWAN F. RAYON GLEDUG (Koord) : IRWAN SETIAWAN G. RAYON MTsN SUMBEREJO Pembina : IMAM SAFI’I Ketua : BAGUS AHSANUR R Sekretaris : LILIK INTAN SARI Bendahara :
3. RANTING SANANWETAN
NAMA NAMA RAYON
A. RAYON SMKN 1 BLITAR B. RAYON NGREBO
C. RAYON R.A PERWANIDA
D. RAYON SMKN 3 BLITAR
E. RAYON BENDOGERIT
F. RAYON SMPN 3 BLITAR
G. RAYON SMPN 8 BLITAR
4. RANTING GARUM
NAMA NAMA RAYON A. RAYON DESA BENCE B. RAYON SMAN GARUM
C. RAYON SMPN 1 GARUM
D. RAYON SMPN 2 GARUM
E. RAYON SIDODADI
G. RAYON DADAPAN
H.
5. RANTING TALUN
NAMA NAMA RAYON A. RAYON SMAN 1 TALUN
B. RAYON SMPN 2 TALUN
C. RAYON MTsN JABUNG TALUN
D. RAYON TUMPANG
E. RAYON JEBLOG TALUN
F. RAYON M.A AL MUHTADUN
G. RAYON NJELONJE
6. RANTING GANDUSARI NAMA NAMA RAYON A. RAYON SMPN 2 GANDUSARI B. RAYON SMPN 1 GANDUSARI C. RAYON MTsN GANDUSARI D. RAYON SMA PGRI E. RAYON SUKOSEWU F. RAYON PON PES GONDANG G. RAYON NGARINGAN H. RAYON DERMOSARI
7. RANTING WLINGI NAMA NAMA RAYON A. RAYON MAN WLINGI B. RAYON SMK PGRI WLINGI
8. RANTING DOKO NAMA NAMA RAYON A. RAYON SMKN DOKO B. RAYON SMPN 1 DOKO
9. RANTING KESAMBEN
NAMA NAMA RAYON A. RAYON SMPN 1 KESAMBEN B. RAYON KESAMBEN
10. RANTING SELOPURO NAMA NAMA RAYON A. RAYON SELOPURO
11. RANTING SELOREJO NAMA NAMA RAYON A. RAYON MIN OLAK ALEN B. RAYON PON PES
12. RANTING BINANGUN
NAMA NAMA RAYON A. RAYON SAMBIREJO B. RAYON SUMBER KEMBAR
13. RANTING WATES
NAMA NAMA RAYON A. RAYON MTsN WATES B. RAYON SMPN 1 WATES C. RAYON NGGEBLOK D. RAYON SUMBER ARUM
14. RANTING PENGGUNGREJO
NAMA NAMA RAYON A. RAYON SMPN 2 PANGGUNGREJO B. RAYON SUMBERDANDANG C. RAYON PANGGUNGREJO D. RAYON LEMAH GARIT E. RAYON NGEDUNG F. RAYON SERANG G. RAYON SUMBERSIH H. RAYON SUMBER DADAP
15. RANTING BAKUNG
NAMA NAMA RAYON A. RAYON SMKN 1 BAKUNG B. RAYON SMPN 1 BAKUNG C. RAYON SMPN 2 BAKUNG D. RAYON PULEREJO E. RAYON TUMPAK KEPUH F. RAYON PLANDIREJO G. RAYON KEDUNGBANTENG H. RAYON SIDOMULYO I. RAYON BAKUNG J. RAYON SUMBERDADI
16. RANTING WONOTIRTO
NAMA NAMA RAYON A. RAYON SMPN 2 WONOTIRTO B. RAYON WONOTIRTO C. RAYON SUMBER GLAGAH D. RAYON SUMBER BENDO E. RAYON DRINGO F. RAYON NGADIPURO 17. RANTING KADEMANGAN NAMA NAMA RAYON A. RAYON SMAN 1 KADEMANGAN B. RAYON SMKN 1 KADEMANGAN C. RAYON SUMBEREJO D. RAYON BENDOSARI E. RAYON SURUHWADANG F. RAYON RINGIN ANOM G. RAYON TUMPAK WARU H. RAYON KEBONSARI I. RAYON SUMBER BOTO J. RAYON DAWUHAN
18. RANTING SANANKULON
NAMA NAMA RAYON A. RAYON TULISKRIYO B. MTsN SUMBEREJO C. RAYON BENDOSARI
19. RANTING SRENGAT
NAMA NAMA RAYON A. RAYON SMAN 1 SRENGAT B. RAYON SMPN 1 SRENGAT C. RAYON SMPN 2 SRENGAT D. RAYON NGAGLIK E. RAYON MTsN LANGKAPAN F. RAYON TUMPUK G. RAYON WONOREJO H. RAYON KARANGGAYAM I. RAYON SMP Islam J. RAYON KEDUNG CANGKRING 20. RANTING WONODADI NAMA NAMA RAYON A. RAYON MTsN KUNIR B. RAYON MAN KUNIR C. RAYON M. A DARUL HUDA D. RAYON MTs DARUL HUDA E. RAYON PONPES ABUL FAIDHT F. RAYON BONAGUNG G. RAYON KOLOMAYAN H. RAYON PIKATAN
21. RANTING UDANAWU NAMA NAMA RAYON A. RAYON SMKN 1 UDANAWU B. RAYON PON PES MAMBAUL HIKAM C. RAYON BAKUNG
22. RANTING PONGGOK
NAMA NAMA RAYON A. RAYON SMAN 1 PONGGOK B. RAYON SMPN 1 PONGGOK C. RAYON SMPN 2 PONGGOK D. RAYON SMPN 3 PONGGOK E. RAYON MTs, MA KAWEDUSAN F. RAYON BONTORO G. RAYON BACEM H. 23. RANTING NGLEGOK
NAMA NAMA RAYON A. RAYON SMKN 1 NGLEGOK B. RAYON MTs, MA SYEH SUBAKIR 1 C. RAYON MTs SYEH SUBAKIR 2 D. RAYON KAMBINGAN E. RAYON KARANGBENDO F. RAYON NGORAN G. RAYON PENATARAN
24. RANTING SUTOJAYAN
NAMA NAMA RAYON A. RAYON SMAN 1 SUTOJAYAN B. RAYON SMPN 2 SUTOJAYAN C. RAYON MTs, MA SIROJUT THOLIBIN D. SMP PGRI SUTOJAYAN E. RAYON SUMBERJO F. RAYON BACEM G. RAYON JEGU H. RAYON M I COMBONG
25. RANTING KANIGORO
NAMA NAMA RAYON A. RAYON KARANGSONO B. RAYON TLOGO C. RAYON PERUMAHAN TLOGO D. RAYON SDN TLOGO 1, 2 E. RAYON GOGO DESO F. RAYON SERUT G. RAYON SAWENTAR H. RAYON SEKARDANGAN I. RAYON BANGLE J. RAYON CENTONG K. RAYON MAN TLOGO
26. KOMISARIAT STKIP PGRI BLITAR Pembina : IMAM FAUZI Ketua : IRWAN Sekretaris : ONTEN H Bendahara : RIZQI

 PROPOSAL FESTIVAL PENCAK SILAT SENI TRADISI DALAM RANGKA FESTIVAL PENATARAN I Se Kabupaten dan Kota BLITAR 1. PENDAHULUAN Tak semua kita yang mencintai silat mau menembus kesulitan melanjutkan generasi silat kepada anak-anak kita. Padahal kalau kita tak menurunkan kegemaran silat maka silat saya pastikan akan punah digempur nilai budaya asing memalui multi jalur.Industri kreatif kita sama sekali tak pernah menghadirkan silat dalam menu permainan anak-anak, cerita bergambar atau apapun. Para guru kita tak mengenal silat apa lagi mengajarkannya. Para ustadz yang dulu selalu menyisipkan pelajaran silat setelah mengaji di surau-surau tak pernah lagi terdengar keberadaannya. Film atau sinetron silat hanya mengekspose ceritera balas dendam – meniru mentah-mentah film Hongkong – dan jauh dari ajakan mencintai nilai-nilai luhur dan seni dalam silat. Maka mengajak anak kita sendiri untuk mencintai silat adalah benteng terakir untuk melestarikan silat. Oleh karenanya sebagai upaya melestarikan dan meningkatkan pewarisan budaya pencak silat khususnya di kabupaten Blitar , kami selaku pengurus IPSI Bekerjasama dengan Dinas Porbudpar Kab Blitar ,bermaksud mengadakan kegiatan Festival Pencak silat Tradisi se wilayah Blitar raya. Dengan harapan semoga kegiatan ini nantinya dapat memberikan rangsangan dan motivasi bagi masyarakat tentang pentingnya warisan budaya luhur pencak silat sebagai karakter dan jatidiri bangsa.
2. LANDASAN KEGIATAN a. Anggaran dasar dan Anggaran rumah tangga IPSI Kab Blitar b. Sebagai sarana Sosialisasi karakter Gerakan Pencak silat yang sesungguhnya c. Program Kerja IPSI Kab Blitar seksi seni dan budaya Pencak silat
3. MAKSUD DAN TUJUAN KEGIATAN a. Mempererat tali persaudaraan b. Melestarikan dan mengembangkan seni budaya asli Indonesia c. Mengaktualisasikan tujuan pembinaan pencak silat d. meningkatkan pembinaan olah raga di kalangan masyarakat luas
4. BENTUK KEGIATAN a. Nama Kegiatan : ”Festival Pencak silat seni Tradisi dalam rangka Festival Penataran I “ se wilayah Blitar raya b. Tema : ” WUJUDKAN PENCAK SILAT SEBAGAI PENUMBUH KARAKTER DAN JATI DIRI BANGSA INDONESIA “ c. Penyelenggara : Panitia yang di bentuk berdasarkan musyawarah IPSI Kab Blitar d. Waktu : Pukul 19.00, hari Sabtu Tanggal 27 Novemmber 2010 e. Tempat : Pelataran Candi Penataran Blitar f. Peserta : Team perwakilan kecamatan dan perwakilan perguruaan silat
5. KATEGORI YANG DI PERAGAKAN a. Tunggal Bebas PUTRA dan PUTRI ( versi aliran perguruan masing-masing) b. Ganda Bebas PUTRA dan PUTRI (versi aliran perguruan masing-masing)
6. PIAGAM DAN TROPI YANG DIPEREBUTKAN a. ANUGERAH UDENG PENDEKAR bagi Team penyaji terbaik (juara umum) b. Juara I,II, dan III masing-masing mendapatkan Tropy dan piagam juara
7. SISTEM PENAMPILAN 1. Penampilan menggunakan sistem Peragaan 1 team sekaligus ( dengan urutan bebas . bisa tunggal dulu maupun ganda terlebih dahulu) 2. Setiap peragaan diberikan waktu maksimal 3 menit. Waktu akan dihitung ketika pesilat telah siap dan mengadakan pasang. 3. Apabila pesilat melebihi waktu peragaan yang disediakan akan bisa mengurangi nilai peragaan dalam hal kesesuaian waktu dan irama 4. Setiap peragaan harus di iringi dengan irama musik dari budaya indonesia ( gending jawa, musik sunda, musik minang , banjari dll) 5. Irama musik yang mengiringi bisa berupa kaset CD maupun irama langsung berupa satu set grup musik seperti grup gamelan, jedor dll dan dipersiapkan sendiri oleh team penampil
8. PERSYARATAN KONTINGEN DAN PESERTA 1. Peserta adalah benar-benar siswa/anggota dari perguruan pencak silat 2. Memberikan konfirmasi keikutsetaan paling lambat tanggal 22 November 2010 ( sebelum Tekhnikal Meeting). 3. Pendaftaran terakhir ( daftar ulang ) hari Kamis 25 November 2010 di sekretariat IPSI Kab Blitar pukul 19.00 WIB 4. Mengikuti tekhnical meeting, Senin Tgl 22 November 2010 Pukul 08.00 5. Melengkapi persyaratan sebagai berikut : - Mengisi Formulir data pribadi - Pas photo 3x4 sebanyak 2 lembar ( ditempel dalam lembar data pribadi )
9. SISTEM PENILAIAN DAN JURI PENILAIAN a. Kategori yang dinilai - Kesesuaian irama musik dan waktu dengan peragaan jurus pencak silat - Kerapian dan Variasi tekhnik yang diperagakan - Stamina dan keindahan gerak jurus yang ditampilkan b. Juri Penilai - Dari juri IPSI Kabupaten Blitar yang terdiri dari berbagai perguruan - Dari Juri seni tari sebagai penilai keindahan gerak
10. PERLENGKAPAN PERTANDINGAN 1. Panitia hanya menyediakan panggung peragaan, untuk irama penampilan di persiapkan peserta/kontingen masing-masing 2. Pakaian untuk Peserta penampil adalah seragam Pencak silat bebas sesuai dengan perguruan atau daerah yang ingin di peragakan ( contoh baju minang, madura,jawa dll) 4. Segala ketentuan yang belum tercakup dalam peraturan ini akan ditentukan dan di informasikan kemudian atau pada waktu Teknikal meeting
Contact person : IMAM SAFI’I . HP. 085736478483 NUR HUDIANA . HP .085856115234

 Berbekal tekad dan semangat yang kuat untuk maju, anak-anak ekstrakurikuler pencak silat SMAN 2 Kota Blitar akhirnya membuahkan hasil. Walau mereka rata-rata masih baru dalam menapaki latihan pencak silat namun semangat mereka tak kalah dengan para senior-seniornya, hal itu terbukti ketika mereka berangkat mengikuti kejuaraan pencak silat antar pelajar se Jawa Timur “ SMADA CUP V” memperebutkan piala bergilir Bupati Ngawi. Kegiatan yang digelar tanggal 27-30 Mei 2010 oleh SMAN 2 Ngawi itu cukup meriah, berbagai kota/ kabupaten di wilayah jawa timur pun tak mau melewatkan kesempatan itu, contohnya seperti magetan yang mengirimkan atlit sebanyak-banyaknya. Ponorogo, pacitan, bojonegoro, pasuruan, kediri, madiun dan banyak lagi yang lain. Rival paling berat tim SMADA Blitar adalah dari kabupaten Magetan, selain jumlah pesertanya banyak , kualitas pesilat-pesilatnya juga terbukti cukup handal, bahkan beberapa pesilat SMAN 2 Blitar pun banyak yang harus mengakui keunggulan pesilat magetan ketika bertemu dalam babak penyisihan, “Menang bukanlah tujuan yang utama , tetapi pengalamn dan tetap membawa nama baik SMAN 2 Blitar itulah yang harus di utamakan” pesan Bapak Damanhuri ( kepala SMAN 2 Blitar) ketika akan memberangkatkan Tim pencak silat SMAN 2 Blitar Ke Ngawi. “Puji syukur Alkhamdulillah amanah itu bisa kami jaga, banyak palajaran berharga yang bisa kami petik ketika kami berada disana, dan sekaligus bisa mengharumkan nama SMAN 2 Blitar di tingkat Jawa Timur dengan membawa pulang piala bergilir Bupati Ngawi” ungkap salah satu pesilat peraih emas (nurus sa’adah ) SMAN 2 Blitar. Dalam kesempatan ini tak lupa tim Pencak silat SMADA Blitar mengucapkan banyak terima kasih kepada Pelatih, Ms Eko Sebagai Pembina ekstra dan juga pihak sekolah, atas izinya ,dukungan dan do’a nya sehingga dalam kegiatan kami mulai dari berangkat hingga pulang kembali masih diberikan kesehatan dan keselamatan yang akhirnya bisa membawa kami memperoleh hasil yang maksimal. Dan juga kepada panitia penyelenggara ( SMAN 2 NGAWI) atas sambutanya, fasilitasnya dan tak pernah letih memberikan pelayanan selama TIM SMAN 2 Kota Blitar berada disana Semoga kedepanya Ekstra Pencak Silat SMAN 2 Kota Blitar semakin jaya kekal abadi selama-lamanya. Aminnnn

 PENGURUS PENCAK SILAT PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE RANTING SUKOREJO CABANG BLITAR Sekretariat : Jl Kaliabab No. 27 Tanjungsari kota Blitar
PROPOSAL KRIDA SISWA RANTING SUKOREJO I ANTAR RAYON DI WILAYAH SUKOREJO KOTA BLITAR 1. PENDAHULUAN Tak semua kita yang mencintai silat mau menembus kesulitan melanjutkan generasi silat kepada anak-anak kita. Padahal kalau kita tak menurunkan kegemaran silat maka silat saya pastikan akan punah digempur nilai budaya asing memalui multi jalur.Industri kreatif kita sama sekali tak pernah menghadirkan silat dalam menu permainan anak-anak, cerita bergambar atau apapun. Para guru kita tak mengenal silat apa lagi mengajarkannya. Para ustadz yang dulu selalu menyisipkan pelajaran silat setelah mengaji di surau-surau tak pernah lagi terdengar keberadaannya. Film atau sinetron silat hanya mengekspose ceritera balas dendam – meniru mentah-mentah film Hongkong – dan jauh dari ajakan mencintai nilai-nilai luhur dan seni dalam silat. Maka mengajak anak kita sendiri untuk mencintai silat adalah benteng terakir untuk melestarikan silat. Oleh karenanya sebagai upaya melestarikan dan meningkatkan pewarisan budaya dan prestasi pencak silat khususnya PSHT ranting sukorejo , kami selaku pengurus ranting sukorejo Blitar bermaksud mengadakan kegiatan Krida siswa PSHT antar rayon se wilayah ranting Sukorejo Blitar. Dengan harapan semoga kegiatan ini nantinya dapat memberikan rangsangan dan motivasi bagi atlit pencak silat PSHT ranting sukorejo agar mau berprestasi yang lebih tinggi lagi
2. LANDASAN KEGIATAN a. Anggaran dasar dan Anggaran rumah tangga PSHT ranting Sukorejo b. Sebagai saran meningkatkan prestasi PSHT ranting sukorejo c. Program Kerja PSHT ranting sukorejo seksi pengembangan bakat dan prestasi 3. MAKSUD DAN TUJUAN KEGIATAN a. Mempererat tali persaudaraan b. Melestarikan dan mengembangkan seni budaya asli Indonesia c. Mengaktualisasikan tujuan pembinaan pencak silat d. meningkatkan pembinaan olah raga di kalangan masyarakat luas e. mencari bibit atlit yang berkualitas 4. BENTUK KEGIATAN a. Nama Kegiatan : Kejuaran “KRIDA SISWA PSHT RANTING SUKOREJO I “ antar Rayon se wilayah ranting Sukorejo Blitar b. Tema : ” KRIDA SISWA PEREKAT PERSAUDARAAN DAN MENUMBUHKAN RASA KECINTAAN SISWA TERHADAP SH TERATE “ c. Penyelenggara : Panitia Krida siswa yang di bentuk berdasarkan musyawarah Ranting Sukorejo d. Waktu : Hari Kamis – minggu Tanggal 25- 28 Februari 2010 e. Tempat : Aula MAN KOTA Blitar f. Peserta : Siswa PSHT ranting Sukorejo 5. KATEGORI DAN KELAS YANG DIPERTANDINGKAN a. Tanding untuk pra Remaja ( kondisional ) NO KELAS BERAT BADAN KATEGORI 1 A Kurang dari 30 kg PUTRA / PUTRI 2 B 30 – 33 PUTRA / PUTRI 3 C 33 – 26 PUTRA / PUTRI 4 D 36 - 39 PUTRA / PUTRI b. Tanding untuk Remaja ( kondisinal ) NO KELAS BERAT BADAN KATEGORI 1 A 39 – 42 PUTRA / PUTRI 2 B 42 – 45 PUTRA / PUTRI 3 C 45 – 48 PUTRA / PUTRI 4 D 48 – 51 PUTRA / PUTRI 5 E 51 – 54 PUTRA / PUTRI 6 F 54 – 57 PUTRA / PUTRI 7 G 57 – 60 PUTRA 8 H + 60 Kg PUTRA
6. PIAGAM DAN TROPI YANG DIPEREBUTKAN a. Pesilat Terbaik Putra dan putri memperoleh tropy dan piagam b. Juara I , II, dan III masing-masing kelas mendapatkan piagam juara c. Juara umum I mendapatkan Tropy tetap krida siswa ranting sukorejo I
7. PERSYARATAN KONTINGEN DAN PESERTA a. Persyaratan setiap kontingen 1. Wajib mengirimkan perwakilan wasit juri / aparat pertandingan minimal 1 orang Dengan ketentuan : - telah menjadi warga 1 tahun / berusia minimal 18 tahun - mau mendedikasikan diri untuk kemajuan PSHT - Bersedia sepanjang waktu hadir dalam pelaksanan pertandingan krida siswa - Hadir dalam refresing dan pemantapan wasit juri hari jum”at tgl 19 Februari 2010 pukul 14.00 WIB 2. Menyerahkan Formulir konfirmasi peserta paling lambat tgl l 21 Februari 2010 3. Setiap kontingen berhak mengirimkan atlit lebih dari 1 orang di tiap kelasnya 4. Mengikuti tekhnikal meeting Hari rabu Tgl 24-02-2010 Pukul 15.00 b. Pesertan Persyaratan 1. Peserta adalah benar-benar siswa PSHT ranting sukorejo ( di buktikan dengan Surat rekomendasi rayon ) 2. Peserta maksimal kelahiran 1995 untuk pra remaja dan kelahiran maksimal 1992 untuk remaja 3. Pendaftaran terakhir ( daftar ulang ) hari Rabu 24 Februari 2010 di sekretariat PSHT MAN kota Blitar pukul 14.00 WIB 4. Melengkapi persyaratan sebagai berikut : - Mengisi Formulir data pribadi - Pas photo 3x4 sebanyak 2 lembar ( ditempel dalam lembar data pribadi ) - Surat ijin orang tua - membayar administrasi sebesar Rp. 5000 / atlit - melampirkan foto kopy akte / ijsah 8. SISTEM PERTANDINGAN 1. Pertandingan menggunakan sistem gugur tunggal 2. Peraturan yang digunakan adalah Hasil Munas IPSI Ke XII – Tahun 2007 3..Penimbangan berat badan yang dianggap sah hanya dilakukan 15 menit sebelum pertandingan dilaksanakan 4. Undian peserta (lothing) dan Tehnikal Meeting dilaksanakan Hari Rabu Tanggal 24 februari 2010 pukul 15.00 WIB 5. Penyampaian rasa ketidakpuasan dengan hasil pertandingan diselesaikan secara kekeluargaan dengan penuh nilai luhur rasa persaudaraan
9. PERLENGKAPAN PERTANDINGAN 1. Panitia hanya menyediakan Body Protector sedangkan untuk pelindung kemaluan disediakan sendiri oleh masing-masing peserta/kontingen 2. Pakaian untuk atlit dan Official adalah seragam Pencak silat dan untuk Official wajib menggunakan Sabuk Merah/ jambon 3. Panitia menyediakan team medis pertandingan untuk pertolongan pertama , untuk perawatan selanjutnya ditanggung oleh kontingen 4. Segala ketentuan yang belum tercakup dalam peraturan ini akan ditentukan dan di informasikan kemudian atau pada waktu Teknikal meeting 10. JADWAL KEGIATAN “ KRIDA SISWA RANTING SUKOREJO “ NO HARI/TANGGAL WAKTU ACARA TEMPAT 1 sabtu s/d minggu …s/d 21/02/2010 08.00 s/d….. Konfirmasi peserta dan pendaftaran Jl. Kaliabab no. 27 tanjungsari 2 Jum’at 19 Februari 2010 14.00 s/d Selesai Refresing , pemantapan wasit juri AULA MAN Kota Blitar 3 Rabu 24 Februari 2010 14.00 WIB 15.00 WIB Pendaftaran terakhir , TM , undian Peserta Sekretariat PSHT MAN Kota Blitar 4 Kamis 25 Februari 2010 14.00 s/d - selesai Pembukaan Krida Siswa , pertandingan penyisishan AULA MAN Kota Blitar 5 Jum’at 26 februari 2010 07.00 s/d selesai Pertandingan penyisihan AULA MAN Kota Blitar 6 Sabtu 27 februari 2010 14.00 s/d Selesai Perempat Final AULA MAN Kota Blitar 7 Minggu 28 februari 2010 07.30 s/d Selesai Semi Final dan Final Penutupan AULA MAN Kota Blitar
Contact person : IMAM SAFI’I . HP. 085736478483 REZA ADITYA . HP .085736048033 
 PENCAK SILAT SMADA “ UKT POLOS KE JAMBON 2010 “ Tak semua kita yang mencintai silat mau menembus kesulitan melanjutkan generasi silat kepada generasi muda. Padahal kalau kita tak menurunkan kegemaran silat maka silat saya pastikan akan punah digempur nilai budaya asing memalui multi jalur. Industri kreatif kita sama sekali tak pernah menghadirkan silat dalam menu permainan anak-anak, cerita bergambar atau apapun. Para guru kitta tak mengenal silat apa lagi mengajarkannya. Para ustadz yang dulu selalu menyisipkan pelajaran silat setelah mengaji di surau-surau tak pernah lagi terdengar keberadaannya. Film atau sinetron silat hanya mengekspose ceritera balas dendam – meniru mentah-mentah film Hongkong – dan jauh dari ajakan mencintai nilai-nilai luhur dan seni dalam silat. Oleh karenanya pada hari sabtu tanggal 16 Januari 2010 kemarin demii menumbuhkan semangat mengembangkan pencak silat, ekstrakurikuler pencak silat PSHT SMADA (SMAN 2 Blitar ) Ranting Sukorejo melaksanakan tes kenaikan tingkat dari polos ke jambon. Kegiatan ini merupakan sarana evaluasi dari hasil latihan yang selama ini dilaksanakan .Peserta tes kenaikan ini berjumlah 42 siswa , yang lain kebetulan masih belum bisa mengikuti kenaikan dikarenakan berbagaii kepentingan. Alkhamdulillah kegiatan ini berjalan dengan lancar , antusiasme dan semangat para siswa dan warga/pelatih sangat besar sekali terbukti dari awal hingga akhir semua peserta disiplinnya tak pernah surut dalam mengikuti jalanya berbagai agenda kegiatan yang dilaksanakan. Mencetak atlit sebanyak banyaknya adalah sangat baik,namun mencetak pendekar SH yang bermutu secara bathiniah menjadi mutlak, ketika melihat fenomena di luar sana yang lebih mendominasi adalah arogansi. saat kita berbicara adik adik calon warga, mereka harus menjadi smart sebagai warga sh-terate, terlebih saat ini kondisi Negara sedang tidak stabil , alhasil seringkali berbagai elemen organisasi di adu domba demi memecah belah persatuan ataupun merebut dukungan dan simpati masyaragat guna mengegolkan diri seorang pribadi dalam perebutan kursi menjadi seorang wakil di masyarakat Jika kita tidak pandai membawa diri dan mensikapi segala permasalahan dengan obyektif , organisasi kita bisa tercerai berai , pecah dari dalam ataupun termakan provokasi oknum yang tidak bertanggung jawab. Oleh karenanya PSHT yang kita cintai ini harus lebih mengedepankan semangat kebersamaan dalam persaudaraan dan pematangan kepribadian kepada anggotanya dibandingka semangat untuk mencari kemenangan semata , karena sesungguhnya “Tujuan Utama dari Pencak Silat (SH Terate) tidaklah didasarkan pada kemenangan atau kekalahan semata, namun pada kesempurnaan kepribadian dari mereka yang mempelajarinya”

 Kejuaraan pencak silat antar pelajar se kab /kota Blitar SMANEGA CUP V yang berlangsung selama 4 hari mulai tanggal 29 desember 2009 baru aja usai. Dari salah satu hasil yang membanggagan adalah berhasilnya MTsN Kepanjen Kidul menjadi juara umum I tingkat Pra Remaja. Hasil tersebut tak lepas dari skuad tim Padepokan kampung Jawara asuhan tangan dingiin mas Apuk pelatih PSHT MTsN kepanjen Kidul yang berhasil menyumbang 3 emas 2 perunggu di tingkat praremaja yaitu emas oleh : Lailin ilman Nafi’a (kelas E Pi) , Bangkit Santoso ( kelas B Pa), dan Riska ( Kelas B Pi) sedangkan perunggu diperoleh Septian farah saufika ( kelas F pi ). Hasil tersebut berada diatas SMPN 2 Gandusari yang memperoleh 2 emas.

 Hari minggu tanggal 13 desember 2009 kemarin PSHT Ranting Sukorejo mengadakan lintas Alam mengarungi hutan belantara yang masih alami untuk menuju Air Terjun Coban wilis yang terletak di lereng gunung Kelud, jumlah peserta keseluruhan sekitar 90 orang yang terdiri 63 orang siswa putih PSHT Ranting sukorejo dan 7 siswa putih PSHT Komisariat STKIP PGRI Blitar serta sekitar 20 orang warga/pelatih. Acara ini digelar sebagai latihan akhir (pendadaran calon Warga) siswa putih PSHT Ranting sukorejo Blitar yang sebentar lagi akan melaksanakan wisuda warga baru / pelatih tingkat 1 dalam PSHT pada tanggal 26 desember 2009 nanti. Puji Syukur Alkhamdulillah dengan Berbekal semangat yang kuat dan Falsafah “ Sepiro gedene sengsoro yen tinompo among dadi cobo” anak-anak PSHT ranting sukorejo semuanya dapat mencapai finis di lokasi air terjun dengan selamat tanpa ada halangan yang ber-arti. Berangkat dari start sekitar pukul 07.30 dan finis di lokasi sekitar pikul 11.00 dengan menempuh jarak sekitar 20 KM . Medan jalan dari strat hingga finis penuh dengan Bukit-bukit yang tinggi , jalanan terjal dan berbatu, total bukit yang harus di lewati adalah ada 7 bukit dan semuanya mempunyai lereng jurang yang curam. Dari lokasi finis kita juga harus turun lagi untuk pulang sehingga sampai di tempat pos start dimana truk menunggu adalah sekitar pukul 15.45 WIB. Disela-sela istirahat mas Apuk (salah satu Senior Di PSHT Ranting Sukorejo) mengatakan “Dengan ini diharapkan calon warga ini nantinya dapat menjadi insan yang ulet ,tahan uji terhadap coba’an dan lebih memayu hayuning Bawono, walaupun dalam keseharian latihan mereka sudah ditanamkan jiwa yang seperti itu” “Perjalan ini takkan pernah terlupakan selamanya, karena saya sebelumnya belum pernah melakukan perjalan yang seperti ini, disini bukan saja tenaga yang terkuras, pikiran, dan juga air pun sudah terkuras habis, bahkan saya bisa mengerti kenapa kadang-kadang harta yang berharga pun takkan ada gunanya di dunia ini, contohnya seperti saat itu, ketika air di botol sudah habis kalau saya ditawarkan pilih mana air atau emas satu gram pasti jawabanya adalah memilih air, jadi kalau air merupakan sumber kahidupan itu memang betul karena disana saya bisa membanyangkan seandainya gak ada air sama sekali mungkin semua makluk pasti akan mati” ungkap anas .salah satu peserta pendadaran Tak lupa Pengurus PSHT Ranting Sukorejo juga mengucapkan banyak terima kasih yang tak terhingga kepada Masyarakat sekitar yang utamanya TIM SAR PUSPO JAGAD atas bantuanya yang telah mendampingi, memandu, serta memberikan berbagai ilmu sepanjang perjalanan kami, karena dengan berbagai wejangan itu kami menjadi lebih tahu bagaimana cara menghormati dan mencintai kepada alam, kedepanya kami juga berdo’a semoga TIM SAR PUSPO JAGAD ini akan tetap exis , kompak dan terus mengoptimalkan potensi diri, yang hari ini sudah baik akan menjadi lebih baik lagi.Amiiinn “Satrio tomo hambeg ing angkoro, jagadte wasesa , Ksatria Terate memayu hayuning Bawono “

 HASIL KEJUARAAN PENCAK SILAT SMANEGA CUP V
Kejuaraan Pencak silat antar pelajar se Kab/ kota Blitar tingkat SD/ SMP/SMA sederajat “SMANEGA CUP V “ kemarin baru aja usai. Meskipun jumlah peserta membludak melebihi proyeksi peserta tetapi mpertandingan itu berhasil selesai pada hari jum’at kemarin. Total keseluruhan peserta adalah 349 atlit, hal ini berarti meningkat 100 atlit dari tahun kemarin yang hanya berkisar 240 an atlit. Dari hasil kejuaraan tersebut tercatat ada sekitar 50 lembaga sekolah yang ikut ambil bagian menurunkan atlitnya, mulai dari yang palinga barat yaitu kontingen MTsN dan MAN kunir hingga MI olak alen Selorejo , paling Selatan SMPN 2 Bakung Sampai Paling utara MTS dan MA syeh Syubakir semuanya menerjunkan atlitanya dan barharap menjadi juara. Kegiatan itu dibuka pada hari Selasa Tanggal 29 desember 2009 pada pukul 08.00 WIB oleh kepala Dinas Pendidikan Daerah Kabupaten Blitar Sekaligus Beliau sebagai Ketua Umum IPSI Kab Blitar, dalam sambutanya beliau mengatakan “ saya bengga dengan prestasi yang telah diraih oleh atlit-atlit IPSI kab Blitar, karena meskipun IPSI ini baru saja terbentuk kepengurusanya tetapi sudah bias menunjukkan prestasinya , hal tersebut dibuktikan dengan hasil kejuaraan tingkat jatim yang baru saja diperoleh yaitu 1 perak dan 1 perunggu dalam porprov Jatim dan 1 emas ,3 perak, 3 perunggu dalam POSPEDA JATIM”. Untuk hasil kejuaraan SMANEGA V kemarin juara umum tingkat remaja Juara umum I berhasil di sabet oleh Tuan Rumah yaitu SMAN garum sendiri, sedangkan juara II oleh SMAN Talun, dan juara umum III oleh SMKN bakung. Sedangkan tingkat Pra Remaja Juara umum I berhasil di sabet oleh MTsN kepanjen Kidul , juara umum II oleh SMPN 2 Gandusari dan Juara umum III oleh SMPN 2 Bakung. Kejuaraan ini ditutup oleh kepala SMAN Garum pada hari jum’at tanggal 1 Januarai 2010 kemarin, dalam sambutanya kepala SMAN garum mengucapkan selamat kepada para juara dan berpesan agar berlatih yang lebih baik lagi bagi kontingen yang masih belum berhasil. Sampai jumpa pada tahun depan dalam kejuaraan yang sama, semoga pertandingan ini dari tahun ketahun bisa terus menjadi lebih baik lagi.

 Ajaran SH Terate paling pokok adalah senam, jurus, pasangan, sambung. Itu pokok. Di tengah itu diajari permainan toya, permainan kripen. Ora iso toyak, ora iso kripen, ora iso glati, (Tidak bisa toya, tidak bisa kripen, tidak bisa belati – pen) ndak masalah. Karena itu ajaran tambahan.
Kemudian pelajaran terakhir, latihan ousdower, peregangan, ousdower. Jadi yang di muka (senam, jurus, pasangan, sambung -pen) sudah mampu, belakang ndak apa-apa. Kalau ada waktu diajari. Baru (setelah itu – pen) siswa diajari pendidikan rohani yang dikenal dengan ke-SH-an. Ya itu saja.
Saya berpesan, tolong segala sesuatu (segala laku – pen) milik pribadi jangan dianggap ajaran SH Terate. Saya anak didik almarhum (Alm. RM. Imam Koesoepangat). Tidak pernah almarhum itu bicara bahwa inilah ajaran SH Terate. Saya sering diajak tirakatan. Baik naik ke Gunung Lawu maupun ke pantai selatan. Tapi almarhum tidak pernah mengatakan, apa yang dilakukan itu ajaran SH Terate. Itu laku almarhum. Karena almarhum semasa hidupnya memang suka tirakat.
Kemudian soal acara naik ke puncak Gunung Lawu. Banyak saudara kita yang salah tafsir terhadap kegiatan ini. Mereka menganggap naik ke Puncak Gunung Lawu itu sebagai bagian dari ajaran kerokhanian SH Terate. Ada pula yang mengaitkan dengan ajaran klenik. Saya katakan, tujuannya bukan itu. Bukan. Itu (laku alm. Imam Koesoepangat – pen), milik pribadi yang ditularkan dari almarhum.
Dalam perkembangannya, itu jadi kegiatan bagi calon Tingkat II yang akan disyahkan. Pertanyaannya, apakah prasyarat mau disyahkan ke Tingkat II, mesti naik ke Gunung Lawu? Sebetulnya tidak begitu. Saya dulu mau masuk ke tingkat II testingnya ngubengi (berlari mengitari – pen) Kota Madiun. Waktunya dibatasi, paling lama 40 menit (waktunya dibatasi hanya 40 menit – pen). Kemudian berkembang, orang mau masuk ketingkat II harus mampu berjalan dari Plaosan ke Sarangan. Kalau ke puncak Lawu ndak. Perkembangan selanjutnya dari Tawang Mangu ke puncak Lawu. Itu apa? (Sebenarnya tujuannya apa? – pen). Hanya dites mentalnya. Calon tingkat II itu punya kemauan keras apa tidak.
Kalau di SH Terate itu madhep karep, mantep, sakehing loro, gedhening pati wani nglakoni Gusti Allah gak sare (besar tekadnya dan berani menghadapi tantangan, Allah tidak pernah tidur – pen) . Maksudnya, kalau kamu berpijak rebah alur sadedek sapengawe (instropeksi – pen) sejak dari awal, tidak ada kamus tidak bisa. Jadi harus berupaya. Tidak mengenal putus asa.
SH Terate tidak membuka mata, kadangnya melakukan puasa (tirakat). Itu urusan pribadi-pribadi. Silakan, tapi bukan urusan SH Terate. Silakan kalau mau puasa. Misalnya puasa Senin-Kamis, seperti diajarkan Nabi Muhammad. Itu sunah Rasul untuk umat yang beragama Islam. Kemudian puasa setiap bulan Suro. Ada lagi puasa Rajab. Terus puasa Syawal.
Semua itu, saya tidak akan melarang. Karena baik. Yang saya tidak sepakat adalah jika saudara melakukan puasa ini itu dan mengekspose, bahwa itu ajaran SH Terate. Tidak ada itu ajaran di SH Terate.
Kalau saya harus jujur, puasanya orang SH Terate adalah puasa batin. Itu dilakukan sepanjang hidup, sebagai upaya instropeksi diri. Belajar membersihkan hati. Biar hati kita bersih. Berkilat dan dicintai Tuhan Yang Maha Esa.
Sebab. Tujuan akhir ajaran di SH Terate adalah bersama-sama menyingkap tabir di mana Sang Mutiara Hidup bertahta. Bukan mengejar kesaktian dan adigang-adung adiguna. Tapi yang kita kejar, yang kita cari adalah ridlo Allah. Tuhan Yang Maha Esa. Ini sesunggunya yang harus kita yakini. Sebab apa pun yang kita peroleh, jika itu ridlo Allah, kehendak atau pilihan Tuhan, pasti berakhir baik. Barokah. Kebahagiaan, ketentraman, dan kedamaian dalam hidup ini tak bisa menandingi ridlo dan barokah dari Tuhan Yang Maha Esa.

 Pengurus SH Terate Pusat Madiun, akhirnya sepakat menentukan jadwal rapat kerja nasional (Rakernas) SH Terate 2009, tanggal 17 – 18 Oktober mendatang. Namun pendaftaran dan cek in peserta dimulai Jum’at (16/10) siang, pukul 14.00.
Demikian hasil rapat OC dan CS yang digelar di Padepokan SH Terate Pusat Madiun, Senin hingga Selasa (1/9) dini hari. Dipimpin Ketua I, Drs R Moerdjoko, rapat akhirnya sepakat Rakernas SH Terate digelar dua hari dua malam. “ Untuk Jum’at tanggal 16 peserta mulai cek in. Malamnya, temuj kadang dan diisi petuah Mas Madji (ketua umum SH Terate),” ujar Moerdjoko. Rapat persiapan Rakernas juga dihadiri Ketua Umum SH Terate, H. Tarmadji Boedi Harsnono,SE.
Tapi bisa jadi, jadwal ini berubah. Misalnya, peserta cek in pada pagi harinya (Sabtu,17 Okt 2009), lantas hari itu juga langsung ikut upacara pembukaan.”Yang sedang kita pertimbangkan jadwal cek in. Tapi kita berharap, peserta bisa datang Jum sore, sehingga bisa kangen-kangenan di Padepokan,” lanjut Moerdjoko.
Berbeda tahun-tahun sebelumnya, Rakernas SH Terate 2009 ini hanya diikuti oleh Ketua Cabang. Dan, tidak boleh diwakilkan. Ini, menurut Ketua Umum SH Terate Pusat Madiun, H.Tarmadji Boedi Harsono,SE, sebagai wujud dari legitimasi pusat terhadap ketua cabang. “Ketua cabang itu kan kyaine pusat di daerah. Kepanjangan tangan kita. Di Rakernas nanti suara mereka kita dengarkan,” ujarnya.Lawupos.net

 Seiiring dengan kekecewaan kita atas gagalnya team kejuaraan dunia pencaksilat indonesia meraih target dan hanya kembali dengan membawa 2 mendali emas. Dan semakin di perparah dengan tetap bertahannya Team Vietnam sebagai Juara Pencak silat dunia, diikuti oleh malaysia dan singapura yang merupakan 3 besar peraih mendali emas terbanyak, tentu saja ini menyebabkan pamor Indonesia sebagai negara asal muasal beladiri silat semakin buram saja.
Belum lagi kisruh rebutan kekuasaan di kepengurusan IPSI dan selalu ributnya perguruan silat Setia Hati yang ada di madiun semakin memperparah keadaan yang ada. Kapan silat akan bangkit di bumi pertiwi?
kekawatiran akan hilangnya silat dari bumi pertiwi sangat terasa dari komentar para atlet silat dari manca negara seperti hanya dari spanyol.
seperti di kutip dari harian republika.co.id:
Barrenecha datang bersama rombongan silat Spanyol yang baru saja bertanding di kejuaraan dunia silat di Pahang, 20-25 Oktober lalu. Dari Malaysia, mereka berniat memperdalam kemampuan dengan melakukan latih tanding di Perguruan Silat Bangau Putih di Bali.
Keheranan Barrenecha, yang datang dengan mengenakan kaos berlabel 'Silat Spain', muncul ketika menunjukkan kaos kebanggaan tersebut pada anak muda yang dijumpainya di Jakarta. ''Mereka malah menanyakan saya sepak bolanya Spanyol,'' katanya.
Menurutnya, salah satu yang mendesak untuk segera digarap agar Indonesia tidak kehilangan silatnya adalah mengkampanyekan pentingnya silat untuk jati diri bangsa. Paling tidak, katanya, bagaimana masyarakat kembali mencintai silat.
''Saya tak ingin silat punah di negeri sendiri,'' tambah pria yang mengaku mengetahui silat saat belajar di Jerman 20 tahun lalu, ketika berusia 18 tahun.
Ia mengatakan, kini justru Malaysia yang getol mengkampanyekan silat di luar negeri. Kalau ini dibiarkan terus, lanjutnya, pada akhirnya dunia percaya kalau silat berasal dari Malaysia.
Apakah kita akan tetap tertidur ketika ternyata para pemuda kita tidak peduli lagi dengan hasil karsa dan karya bangsanya yang sangat luhur? sehingga kita tetap terlena dan baru tersadar ketika silat di patenkan oleh pihak lain sebagai budaya bangsanya.
sekedar untuk mengingatkan indonesia adalah negara asal muasal beladiri pencak silat, dan di indonesia sendiri ada lebih dari 850 perguruan dan aliran silat yang kondisinya sangat menghawatirkan dan perlu dilestarikan
apakah perlu kita tunggu sampai silat berkiblat ke vietnam atau ke malaysia? apa yang kita sudah lakukan untuk melestarikan aset bangsa ini ? akan kah kita berpangku tangan ?
PS: silahkan kunjungi www.silatindonesia.com dan forum diskusi silat di www.sahabatindonesia.com untuk bisa mengikuti perkembangan pencak silat di indonesia 
Pencak Silat atau Silat (berkelahi dengan menggunakan teknik pertahanan diri) ialah seni bela diri Asia yang berakar dari budaya Melayu. Seni bela diri ini secara luas dikenal di Indonesia, Malaysia, Brunei, dan Singapura tapi bisa pula ditemukan dalam berbagai variasi di berbagai negara sesuai dengan penyebaran suku Melayu, seperti di Filipina Selatan dan Thailand Selatan. Berkat peranan para pelatih asal Indonesia, saat ini Vietnam juga telah memiliki pesilat-pesilat yang tangguh. Di Indonesia, pencak silat diatur oleh IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia). Bersilat ialah istilah yang diberikan pada seseorang yang sedang berlaga dengan menggunakan seni bela diri pencak silat. Persilat (Persekutuan Pencak Silat Antara Bangsa), adalah nama organisasi yang dibentuk oleh Indonesia, Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam untuk mewadahi federasi-federasi pencak silat di berbagai negara. Istilah dalam pencak silat Sikap dan Gerak Pencak silat ialah sistem yang terdiri atas sikap (posisi) dan gerak-gerik (pergerakan). Ketika seorang pesilat bergerak ketika bertarung, sikap dan gerakannya berubah mengikuti perubahan posisi lawan secara berkelanjutan. Segera setelah menemukan kelemahan pertahanan lawan, maka pesilat akan mencoba mengalahkan lawan dengan suatu serangan yang cepat. Teknik-Teknik Pencak Silat memiliki macam yang banyak dari teknik bertahan dan menyerang. Praktisi biasa menggunakan tangan, siku, lengan, kaki, lutut dan telapak kaki dalam serangan. Teknik umum termasuk tendangan, pukulan, sandungan, sapuan, mengunci, melempar, menahan, mematahkan tulang sendi, dan lain-lain. Jurus-Jurus Pesilat berlatih dengan jurus-jurus. Jurus ialah rangkaian gerakan dasar untuk tubuh bagian atas dan bawah, yang digunakan sebagai panduan untuk menguasai penggunaan tehnik-tehnik lanjutan pencak silat (buah), saat dilakukan untuk berlatih secara tunggal atau berpasangan. Penggunaan langkah, atau gerakan kecil tubuh, mengajarkan penggunaan pengaturan kaki. Saat digabungkan, itulah Dasar Pasan, atau aliran seluruh tubuh. Aspek dan bentuk silat Kesenian Randai dari Sumatra Barat memakai silek (silat) sebagai unsur tariannya. Terdapat 4 aspek utama dalam pencak silat, yaitu: 1. Aspek Mental Spiritual: Pencak silat membangun dan mengembangkan kepribadian dan karakter mulia seseorang. Para pendekar dan maha guru pencak silat jaman dahulu seringkali harus melewati tahapan semadi, tapa, atau aspek kebatinan lain untuk mencapai tingkat tertinggi keilmuannya. 2. Aspek Seni Budaya: Budaya dan permainan "seni" pencak silat ialah salah satu aspek yang sangat penting. Istilah Pencak pada umumnya menggambarkan bentuk seni tarian pencak silat, dengan musik dan busana tradisional. 3. Aspek Bela Diri: Kepercayaan dan ketekunan diri ialah sangat penting dalam menguasai ilmu bela diri dalam pencak silat. Istilah silat, cenderung menekankan pada aspek kemampuan teknis bela diri pencak silat. 4. Aspek Olah Raga: Ini berarti bahwa aspek fisik dalam pencak silat ialah penting. Pesilat mencoba menyesuaikan pikiran dengan olah tubuh. Kompetisi ialah bagian aspek ini. Aspek olah raga meliputi pertandingan dan demonstrasi bentuk-bentuk jurus, baik untuk tunggal, ganda atau regu. Bentuk pencak silat dan padepokannya (tempat berlatihnya) berbeda satu sama lain, sesuai dengan aspek-aspek yang ditekankan. Banyak aliran yang menemukan asalnya dari pengamatan atas perkelahian binatang liar. Silat-silat harimau dan monyet ialah contoh dari aliran-aliran tersebut. Adapula yang berpendapat bahwa aspek bela diri dan olah raga, baik fisik maupun pernapasan, adalah awal dari pengembangan silat. Aspek olah raga dan aspek bela diri inilah yang telah membuat pencak silat menjadi terkenal di Eropa. Bagaimanapun, banyak yang berpendapat bahwa pokok-pokok dari pencak silat terhilangkan, atau dipermudah, saat pencak silat bergabung pada dunia olah raga. Oleh karena itu, sebagian praktisi silat tetap memfokuskan pada bentuk tradisional atau spiritual dari pencak silat, dan tidak mengikuti keanggotaan dan peraturan yang ditempuh oleh Persilat, sebagai organisasi pengatur pencak silat sedunia. Tingkat kemahiran Secara ringkas, murid silat atau pesilat dibagi menjadi beberapa tahap atau tingkat kemahiran, yaitu: 1. Pemula, diajari semua yang tahap dasar seperti kuda-kuda,teknik tendangan, pukulan, tangkisan, elakan,tangkapan, bantingan, olah tubuh, maupun rangkaian jurus dasar perguruan dan jurus standar IPSI 2. Menengah, ditahap ini, pesilat lebih difokuskan pada aplikasi semua gerakan dasar, pemahaman, variasi, dan disini akan mulai terlihat minat dan bakat pesilat, dan akan disalurkan kepada masing-masing cabang, misalnya Olahraga & Seni Budaya. 3. Pelatih, hasil dari kemampuan yang matang berdasarkan pengalaman di tahap pemula, dan menengah akan membuat pesilat melangkah ke tahap selanjutnya, dimana mereka akan diberikan teknik - teknik beladiri perguruan, dimana teknik ini hanya diberikan kepada orang yang memang dipercaya, dan mampu secara teknik maupun moral, karena biasanya teknik beladiri merupakan teknik tempur yang sangat efektif dalam melumpuhkan lawan / sangat mematikan . 4. Pendekar, merupakan pesilat yang telah diakui oleh para sesepuh perguruan, mereka akan mewarisi ilmu-ilmu rahasia tingkat tinggi. Pencak silat di dunia Pesilat Vietnam memperagakan permainan golok. Pencak Silat telah berkembang pesat selama abad ke-20 dan telah menjadi olah raga kompetisi di bawah penguasaan dan peraturan Persilat (Persekutuan Pencak Silat Antara Bangsa, atau The International Pencak Silat Federation). Pencak silat sedang dipromosikan oleh Persilat di beberapa negara di seluruh 5 benua, dengan tujuan membuat pencak silat menjadi olahraga Olimpiade. Persilat mempromosikan Pencak Silat sebagai kompetisi olah raga internasional. Hanya anggota yang diakui Persilat yang diizinkan berpartisipasi pada kompetisi internasional. Kini, beberapa federasi pencak silat nasional Eropa bersama dengan Persilat telah mendirikan Federasi Pencak Silat Eropa. Pada 1986 Kejuaraan Dunia Pencak Silat pertama di luar Asia, mengambil tempat di Wina, Austria. Pada tahun 2002 Pencak Silat diperkenalkan sebagai bagian program pertunjukan di Asian Games di Busan, Korea Selatan untuk pertama kalinya. Kejuaraan Dunia terakhir ialah pada 2002 mengambil tempat di Penang, Malaysia pada Desember 2002. Selain dari upaya Persilat yang membuat pencak silat sebagai pertandingan olahraga, masih ada banyak aliran-aliran tua tradisional yang mengembangkan pencak silat dengan nama Silek dan Silat di berbagai belahan dunia. Diperkirakan ada ratusan aliran (gaya) dan ribuan perguruan. Padepokan Pencak Silat Indonesia Pintu Gerbang Padepokan Pencak Silat Padepokan adalah istilah Jawa yang berarti sebuah kompleks perumahan dengan areal cukup luas yang disediakan untuk belajar dan mengajar pengetahuan dan keterampilan tertentu. Padepokan yang disediakan untuk belajar dan mengajar Pen-cak Silat dinamakan Padepokan Pencak Silat. Padepokan Pencak Silat Indonesia (PnPSI) adalah padepokan berskala nasional dan internasional yang berlokasi di di tas lahan yang luasnya sekitar 5,2 hektar di kompleks Taman Mini Indonesia Indah. Luas total bangunannya sekitar 8.700 m2 dan luas total selasar-selasarnya sekitar 5.000 m2. Padepokan ini secara resmi dibuka oleh Presiden Soeharto pada tanggal 20 April 1997. Padepokan Pencak Silat Indonesia (PnPSI) mempunyai sekurang-kurangnya 5 fungsi, yakni : 1. Sebagai pusat informasi, pendidikan, penyajian dan promosi berbagai hal yang menyangkut Pencak Silat. 2. Sebagai pusat berbagai kegiatan yang berhubu-ngan dengan upaya pelestarian, pengembangan, penyebaran dan pening-katan citra Pencak Silat dan nilai-nilainya. 3. Sebagai sarana untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan masyarakat Pencak Silat Indonesia. 4. Sebagai sarana untuk mempererat persahabatan diantara masyarakat Pencak Silat di berbagai negara. 5. Sebagai sarana untuk memasyarakatkan 2 kode etik manusia Pencak Silat, yakni : Prasetya Pesilat Indonesia dan Ikrar Pesilat. Organisasi Pencak Silat • PERSILAT- Persekutuan Pencak Silat Antara Bangsa • IPSI - Ikatan Pencak Silat Indonesia • PESAKA Malaysia - Persekutuan Silat Kebangsaan Malaysia • PERSISI - Persekutuan Silat Singapore • EPSF - European Pencak Silat Federation Sampai saat ini Anggota Organisasi Pencak Silat yang sudah terdaftar/tercatat di PERSILAT sebanyak 33 organisasi di seluruh dunia. Aliran dan perguruan di Indonesia • Silat Perisai Diri – teknik silat Indonesia yang diciptakan oleh Pak Dirdjo (mendapat penghargaan pemerintah sebagai Pendekar Purna Utama) yang pernah mempelajari lebih dari 150 aliran silat nusantara dan mempelajari aliran kungfu siauw liem sie (shaolin) selama 13 tahun. Teknik praktis dan efektif berdasar pada elakan yang sulit ditangkap dan serangan perlawanan kekuatan maksimum. Saat ini merupakan silat yang paling dikenal dan banyak anggotanya di Australia, Eropa, Jepang dan Amerika Serikat, lihat pula: Perisai Diri Cabang Bandung • Silat Tunggal Hati Seminari-Tunggal Hati Maria - ORGANISASI Pencak SIlat bernafaskan agama Katolik.didrikan oleh 7 dewan pendiri, termasuk Rm. Hadi,Pr. dan Rm. Sandharma Akbar,Pr. • Silat Merpati Putih - perguruan Pencak Silat Beladiri Tangan Kosong (PPS Betako) • Silat Tapak Suci Putera Muhammadiyah - organisasi pencak silat di bawah organisasi Muhammadiyah • Silat Zulfikari – ajaran bela diri dari Qadiri Rifai Tariqa • Pukulan Bongkot – suatu aliran silat • Silat Mubai - silat Muslim • Silat Hikmatul Iman Indonesia - perguruan beladiri yang didirikan oleh Dicky Zainal Arifin. Merupakan aliran silat tersendiri tanpa pengaruh dari aliran manapun. • Silat Elang Putih - perguruan beladiri yang didirikan/dikembangkan oleh Pak Enjum Bin Bangkel dan Hadiana Candra K, dan bertempat di Bogor. Merupakan aliran silat yang terdiri dari gabungan pencak silat aliran di Jawa Barat. • Pusaka Sakti Mataram Lakutama PPS Inti Ombak - perguruan pencak silat yang mengaju pada jaman mataram jogja dan bercampur dengan aliran madura berkembang dengan tujuan pelestarian budaya bangsa. Sumatera • Silek Tuo (Silat Tua) dan Silek Harimau (Silat Harimau) – aliran silat tua dari suku Minangkabau di Sumatera Barat • Silat Sabandar - adalah silat yang berasal dari daerah Pagaruyung, Sumatera Barat, namun dikembangkan di Kampung Sabandar, Karangtengah, Cianjur. • Pencak Silat Pertempuran – aliran silat yang terdiri dari gabungan beberapa aliran, terutama Pencak Silat Pamur dan Silat Sterlak. Pengaruh silat Indo-Melayu lainnya termasuk: Seni Bela Diri Silat Jati Wisesa dan Raja Monyet Silat • Pencak Silat Gerakan Suci – merupakan pengembangan dari Pencak Silat Mande Muda Betawi • Silat Cingkrik - salah satu dari 300 aliran silat Betawi, salah satu tokohnya adalah si Pitung. Banyak ditemukan di Rawa Belong, Jakarta Selatan, yang masih bertahan sampai saat ini adalah Cingkrik Goning dan Cingkrik Sinan, keduanya dinisbatkan pada nama pewarisnya Engkong Goning dan Engkong Sinan. Karakter teknik beladirinya adalah mengandalkan takedown atau bantingan. Cingkrik Goning misalnya, memiliki 80 teknik takedown yang bisa dipelajari sampai tamat. Pewaris Cingrik Goning sekarang adalah Tb. Bambang Sudradjat yang melatih di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia • Silat Silau Macan - salah satu silat Betawi yang berasal dari Condet, Jakarta Timur. Tokohnya yang terkenal adalah Entong Gendut, pahlawan Betawi yang melakukan pemberontakan Villa Nova yang terkenal pada tahun melawan pemerintah Belanda. • Silat Sabeni - silat Betawi, Asalnya dari daerah Tanah Abang, Jakarta Pusat. Berkembang pesat di Tanah Abang hingga daerah sekitarnya. Anak dari Babe Sabeni bin Chanam (pendiri aliran Sabeni) adalah Babe Ali Sabeni yang juga seniman sambrah, kesenian betawi. Anak dari Babe Ali Sabeni yaitu Zulbachtiar Sabeni (cucu Babe Sabeni bin Chanam) saat ini merupakan pewaris utama ilmu silat aliran Sabeni yang terus dilestarikan hingga kini (www.sahabatsilat.com). Aliran ini terus berkembangan dab memberi warna pada aliran silat lainnya di betawi yang juga dikuasai oleh Bapak Syuaeb, atau lebih dikenal dengan nama Bang Aeb. Di Jakarta, selain Bang Zulbachtiar yang merupakan cucu sabeni yang terus melatihkan aliran Sabeni di Tenabang (Tebass), juga dikembangkan oleh banyak pihak termasuk yayasan TIMA (Traditional Indonesian Martial Arts) yang didirikan dan dikembangkan oleh Adhika Aria Wijaya (yang juga penerus dari Bang Aeb), Radhitiya Wijaya (adik dari Adhika), dan Seniman Wijaya (ayah dari Adhika dan Radhi). • Silat Tiga Berantai - berasal dari permainan silat tokoh sejarah Jakarta, Pangeran Jayakarta. Didirikan oleh H. Achmad Bunawar (H.Mamak). menggabungkan banyak aliran tradisonal lainnya • Silat Gerak Saka - merupakan pengembangan dari aliran silat tradisional Sunda, Gerak Gulung Budidaya. Dibawa ke Jakarta oleh Raden Widarma dan dilanjutkan oleh Bang Pi'i. • Silat Paseban - namanya diambil dari daerah Paseban, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. M. Soleh adalah pendiri aliran ini. • Silat Si Kilat - aliran silat ini sesuai namanya mengandalkan gerakan serang yang sangat cepat oleh tangan • Silat Kancing 7 Bintang 12 Naga berenang (Kera Sakti / Si Bunder / Naga Ngerem )- aliran silat dari Kwitang dibawa oleh Si Gondrong Jagoan Kwitang Jawa Barat • Silat Cimande - bersama dengan Sera (aliran kera), Pamacan (aliran harimau) dan Trumbu (pertarungan tongkat) merupakan aliran pencak silat yang didirikan Embah Kahir di akhir 1700-an di Jawa Barat. Seni ini tetap ada di beberapa desa yang ada di Sungai Cimande, termasuk desa Tarik Kolot. Kini ada lebih dari 300 variasi Cimande • Silat Cikalong - aliran pencak silat dari Cianjur dengan tokoh Pendirinya H. Ibrahim atau R. Jaya Perbata, meninggal pada tahun 1908. Tersebar di seluruh daerah Jawa Barat dan mewarnai beberapa aliran silat di Jawa Barat dan sekitarnya. Dikenal juga dengan Ulin Maen Po Cikalong, jurus Cikalong diadaptasi pada beberapa perguruan silat Sunda, seperti Perguruan Silat Panglipur, Pusaka Siliwangi dan lain-lain. • Silat Serak, Sera, Syera adalah salah satu aliran silat yang dikembangkan oleh KH. Raden Sarean di Bogor Jawa Barat. aliran serak ini adalah turunan dari silat Cimande. • Silat Depokan, aliran ini berasal dari Bogor, melihat ciri khasnya aliran ini ada hubungannya dengan Cimande dan Serak. pendiri adalah bapak H. Ayub. • Gerak Badan Pencak Margaluyu Pusat, didirikan oleh Abah Andadinata, merupakan salah satu pelopor perguruan tenaga dalam di Indonesia. • Silat Padjajaran Nasional - Perguruan Silat yang merupakan hasil penggabungan Lima aliran Silat berpusat di Bogor, yang mempunyai cabang hingga ke Mancanegara, salah satunya di negeri Belanda, diketuai oleh Mr. Eric. Jawa Tengah • Silat Perpi Harimurti - berasal dari Yogyakarta, didirikan oleh Eyang Sukowinadi yang berguru pada Gusti Harimurti • Silat PPS Beladiri Tangan Kosong Merpati Putih - salah satu perguruan dengan jumlah anggota terbanyak di Indonesia. Berasal dari Yogyakarta, memiliki rumpun keilmuan yang mirip dengan Perpi Harimurti • Tapak Suci - perguruan silat di bawah ormas Muhammadiyah. Pendirinya berasal dari Banjarnegara dan berkembang di kawasan Kauman, Yogyakarta • Pusaka Sakti Mataram Lakutama - perguruan silat yang berasal dari Yogyakarta, didirikan oleh Ki Poleng Sudamala
Jawa Timur dan Madura • Silat Bawean - silat dari Pulau Bawean, Jawa Timur. Silat Bawean atau orang Bawean menyebutnya pokolan, merupakan salah satu aliran dari pencak silat yang merupakan permainan beladiri dan juga sebagai hiburan. Kalimantan • Bersilat - silat dari Kalimantan Bali • Silat Bakti Negara - dirintis oleh antara lain pahlawan nasional I Gusti Ngurah Rai namun secara resmi didirikan pada 31 Januari 1955 oleh para pendekar Bali yakni Ida Bagus Oka Dewangkara, Pendekar Ida Bagus Oka Sahadewa, Pendekar Bagus Made Rai Keplak, Pendekar Anak Agung Rai Tokir, Pendekar Anak Agung Meranggi, dan Pendekar Sri Empu Dwi Tantra. Perguruan ini cukup berprestasi di ajang silat nasional dengan melahirkan atlet-atlet juara. Selain muatan lokal, banyak dipengaruhi aliran Cikaret dan Cikalong. * Silat Kerta Wisesa - dalam perguruan ini kembangan atau seni pencak lebih mendapat porsi dibandingkan dengan dalam perguruan Bakti Negara. • Silat Seruling Dewata - ilmu silat dari desa Kerambitan-Tabanan yang konon sudah ada sebelum datangnya agama Hindu. Silat ini diperkenalkan kembali oleh Drs.I Ketut Nantra pada tahun 1980-an. Jurus-jurus yang dimilkinya antara lain: Harimau, Ular, Putri Bungsu, Tali Rasa. • Silat Gobleg - ilmu silat dari Bali Utara, tepatnya Desa Gobleg yang terletak dekat Danau Tamblingan. Dan mungkin inilah satu-satunya desa di Bali atau di Indonesia di mana nama desanya di ambil dari nama tokoh silat. Gobleg adalah nama dari pendekar dan guru Silat terkemuka.Sedikit melenceng dari topik; di perbatasan kabupaten Gianyar dan Bangli ada juga desa yang bernama Siladan, menurut hikayat ini pula berasal dari kata silat. Di perbatasan itu dulu para prajurit dari Bangli dan Gianyar saling tantang dan adu tanding dengan jurus-jurus silat. • Silat Sitembak - ilmu silat yang berkembang di Bali Utara, namun berakar dari silat Sunda • Mepantigan - Mepantigan adalah olah raga beladiri bantingan dan kuncian tradisi Bali yang diiringi gegambuhan atau gamelan yang dirintis Putu Witsen Widjaya di awal milenium ini namun bersumberkan pada ilmu silat Bali.
Aliran dan perguruan di luar negeri Malaysia • Gayung Malaysia - salah satu dari 4 perguruan silat terbesar yang memiliki reputasi di Malaysia • Silat Cekak – merupakan tipe silat bertahan, sebab memakai 99% teknik bertahan dan hanya 1% teknik menyerang. Merupakan salah satu dari 4 padepokan silat terbesar yang memiliki reputasi di Malaysia • Silat Lincah - salah satu dari 4 padepokan silat terbesar yang memiliki reputasi di Malaysia Thailand • Seni Gayung Fatani – aliran silat Malaysia berasal dari Propinsi Pattani di Thailand Selatan. Salah satu dari 4 perguruan silat terbesar yang memiliki reputasi di Malaysia
Filipina • Maphilindo Silat – aliran silat yang didirikan oleh Dan Inosanto untuk menghormati guru silatnya. Tersusun dari aliran silat Malaysia (Ma), Philippines (Phil) dan Indonesia (Indo) Eropa • Perisai Diri • Gerak Ilham Amerika Serikat • Pukulan Pentjak Silat Serak (atau Sera) - ditemukan oleh Pak Sera dari suku Badui dan dikembangkan oleh Mas Roen dan Mas Djoet. Victor de Thouars mengajarkan Pukulan Sera di area Los Angeles • Soempat Silat - didirikan oleh Pak Tisari Majoeki, pengembang tongkat rotan bergaris, yang aliran silat keturunannya dilanjutkan oleh Maha Guru "Pak Vic" Victor de Thouars • ODF Silat - didirikan oleh Maha Guru "Pak Vic" de Thouars, dibangun untuk Hukum Pelaksanaan, khususnya serangan langsung dari pisau terbuka • Tongkat Silat - didirikan Maha Guru "Pak Vic" de Thouars pada 1957, dengan pengaruh Silat Soempat dan Serak (Sera) • Bukti Negara - aliran modern dan modifikasi Sera yang didesain oleh keturunan pemilik Sera, Pendekar Paul de Thouars. Nama Bukti Negara berarti "pemberian kepada bangsa," merefleksikan rasa terima kasih Pendekar Paul de Thouars pada Amerika Serikat semua yang diberikannya. Karena banyak pembatasan sistem induk Sera, Pendekar de Thouars memodifikasi Sera untuk membentuk Bukti Negara agar menampakkan bertambahnya perasaan pada seni • Kuntao Silat - menggabungkan Kuntao dan Silat, seperti diajarkan Pendekar Willem de Thouars • Pukulan Cimande Pusaka - aliran silat Cimande yang diturunkan dari Mas Jut, diajarkan oleh Pendekar William Sanders. Aliran ini termasuk seni asli Embah Kajir (Kahir) dari desa Tarik Kolot • Persatuan Pencak Silat Inti Ombak - aliran pencak silat Madura dan Mataram (Yogyakarta), dan di lestarikan oleh Guru Daniel Prasetya yang juga merupakan saudara sepadepokan dengan Pusaka Sakti Mataram lakutama Timor Leste • Kmanek Oan Rai Klaran (KORK)- ditemukan oleh Pak Jose dos Santos"Naimori" Bucar di suco Suro distrik Ainaro. silat ini diakui pada zaman Indonesia dicurigai sebagai gerakan bawah tanah, tapi diakui secara resmi oleh Komandan Kodim 1633 Ainaro dan sahkan sebagai silat resmi bukan aliran klandestine setelah dilakukan tes fisik dan melihat secara langsung atraksi silatnya. diresmikah secara nasional sebagai organisasi pencak silat pada tahun 2001. Ada tujuh tingkatan atau sabuk: sabuk hijau,sabuk coklat,sabuk hitam, sabuk unggu, sabuk Merah (Guru muda),sabuk Putih, sabuk Kuning (Pendekar / Guru besar). ada tingkatan lain yang lebih bersifat espiritual dan mistik yaitu dikenal dengan istilah Ranting III dan Alto Komando. Martial Art KORK sendiri ada beberapa tingkatan, tapi tingkatan yang sekarang sudah diikuti baru tiga yaitu Ranting UMUM, Ranting Tiga dan Alto Komando. ranting tiga tidak ada latihan fisiknya, hanya pada penghormatan silat dan sering melakukan ritual. silat ini berpegang teguh pada nilai-nilai reliji dan kultural,yakni : -Patuh dan taat pada ajaran agama -patuh dan taat pada peraturan pemerintah -patuh dan taat pada adat istiadat.
 Malam seribu bulan itulah sebutan sebuah malam dalam bulan ramadhan ini, malam itu langit terasa terang benderang semua bintang dan bulan tampak jelas oleh pandangan mata, keesokan paginya cahaya matahari tampak redup kurang begitu terang dipercaya hal itu disebabkan adanya nur malaikat yang kembali ke langit setelah selama semalam berada dibumi ikut mendoakan manusia dibumi yang ketika malam lailatul qadar ini terbangun dari tdurnya untuk bermunajat dan beribadah kepada Alloh SWT sehingga terangnya cahaya malaikat itu mengaburkan cahaya matahari Adapun tanda dimulainya malam itu adalah saat mulai tenggelamnya matahari di ufuk barat ( waktu magrib) sampai terbitnya fajar di timur ( waktu subuh), keistimewaan malam lailatul qadar salah satunya barang siapa yang beribadah tepat pada malam lailatul qadar ini maka pahalanya akan dilipatgandakan laksana pahalanya orang yang beribadalah selama seribu bulan atau aekitar 85 tahun. Dalam kitab Risalah AL BAJUURI IBNU QOSIM juz awal halaman 304 disebutkan bahwa : 1. Apabila awal puasa ramadhan dimulai pada hari jumat maka malam lailatul qadarnya jatuh pada malam 29 bulan ramadhan 2. Apabila awal puasa ramadhan dimulai pada hari sabtu maka malam lailatul qadarnya jatuh pada malam 21 bulan ramadhan 3. Apabila awal puasa ramadhan dimulai pada hari ahad maka malam lailatul qadarnya jatuh pada malam 27 bulan ramadhan 4. Apabila awal puasa ramadhan dimulai pada hari senin maka malam lailatul qadarnya jatuh pada malam 29 bulan ramadhan 5. Apabila awal puasa ramadhan dimulai pada hari selasa maka malam lailatul qadarnya jatuh pada malam 25 bulan ramadhan 6. Apabila awal puasa ramadhan dimulai pada hari rabu maka malam lailatul qadarnya jatuh pada malam 27 bulan ramadhan 7. Apabila awal puasa ramadhan dimulai pada hari kamis maka malam lailatul qadarnya jatuh pada malam-malm ganjil di sepuluh hari terakhir dalam bulan ramadhan., Cuma 1 kali pernah lailatul qadar jatuh pada tanggal 17 bulan ramadhan, Waallohu a’lam Itulah sekilas tentang fadhilah dan keutamaan malam LILATU QADAR untuk lebih jelas dan detailnya silahkan dibuka sendiri dalam kitab AL BAJUURI tersebut , akhirnya semoga sekelumit ilmu ini dapat bermanfaat bagi kita semua khususnya kadang SH Terate dan semoga kita masih tetap menjadi salah satu orang yang selalu diridhoi segala aktifitasnya sehari-hari oleh Alloh SWT amiinn… Ramadhan ceria (9/9/2009) By IMAM S

|
LET'S JOIN US
MARI BERGABUNG BERSAMA KAMI
* Anak-anak , Remaja, Dewasa, Privat
Siswa Baru bisa datang langsung ke Tampat Latihan
Adapun
jadwal Latihan-latihan rutin SH Terate Ranting Sukorejo Blitar
~ Siswa Dewasa
1. SMKN 2 Kota Blitar ( Jl Tanjung 111 Kota blitar)
Rabu dan Jum’at pukul 14.00 WIB
2. MAN Kota Blitar
Senin, Rabu dan Jum’at pukul 14.00 WIB
3. SMK Islam 1 Kota Blitar ( lapangan basket)
Minggu pukul 09.00 WIB
4. STKIP PGRI Kota Blitar
Selasa pukul 19.00 dan Minggu pukul 09.00 WIB
5. SMA NEGERI 2 KOTA BLITAR
Rabu dan Sabtu pukul 14.30 WIB
6. SMAN 3 Kota Blitar
Sabtu pkul 14.00 WIB
~ Siswa Dewasa dan Privat (umur 23 ke atas atau sudah berkeluarg )
1. Rayon Tanjungsari Kota Blitar ( Jl Kaliabab Tanjungsari Kota blitar)
Selasa dan Jum’at pukul 21.30 WIB
Minggu pukul 14.30
2. Rayon Pakunden Kota Blitar (Utara Masjid Ar-Rahman Pakunden Kota blitar)
Senin dan Jum'at pukul 20.30 WIB
3. Rayon Dawuhan Kota Blitar ( Belakang STMI Dawuhan Kota blitar)
Senin dan Rabu pukul 19.30 WIB
4. Rayon Bendo ( Halaman Dalam MTsN Kepanjen Kidul Kota blitar)
Selasa dan Jum'at pukul 20.00 WIB
5. Rayon Badut ( Utara masjid Badut)
Selasa dan Jum'at Pukul 19.30
~ Remaja ( SMP Sederajat)
1. MTsN 1 Kota Blitar ( Jl Cemara Gang IX Karangsari Kota blitar)
Senin dan Jum’at pukul 14.00 WIB
2. MTsN Kepanjen Kidul Kota Blitar (jl Ciliwung Bendo Kota Blitar)
Selasa dan Sabtu pukul 14.00 WIB
3. MTsN Sumberejo Blitar ( Jl Jawa Sumberjo Sanankulon )
Selasa dan Kamis pukul 14.30 WIB
4.SMPN 3 Kota Blitar
Senin Pukul 14.30 WIB
~ anak-anak ( SD Sederajat)
1. SDI Tanjungsari Blitar
Minggu 14.30 WIB
2. SDN Kauman 3 Kota Blitar
Sabtu 10.00 WIB
3. SDN Bendogerit 1 Kota Blitar (Belakang Taman Makam Pahlawan )
Sabtu 15.00 WIB
4. Rayon Bendogerit Kota Blitar ( Jl Simping Bendogerit kota Blitar)
Sabtu 19.30 WIB
5. RA Perwanida Blitar
Sabtu 08.00 WIB
6. SDN Kepajenlor 2
Selasa pukul 15.00
PSHT "WEDAR SILAT AMONG JIWO"
|